Jumat Prapaskah IV 23 Maret 2012

Keb 2: 12-22  +  Mzm 34  +  Yoh 7: 1-2.10.25-30
 
 
 
 
Lectio :
Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun. Sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam. Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya."
Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku." Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.
 
 
Meditatio :
'Tentang orang ini kita tahu dari mana asalNya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asalNya'.
Inilah ungkapan orang-orang yang datang dari Yerusalem ketika berjumpa dengan Yesus. Inilah kesalahan dan kekeliruan Allah, yang mengutus AnakNya yang tunggal menjadi Manusia melalui keluarga Nazaret. Ada gambaran dalam diri banyak orang pada waktu itu memang, bahwa Kristus dinanti-nantikan seluruh keturunan Abraham, tetapi di lain pihak kedatanganNya tidak mampu ditangkap indera manusia (Mat 24: 26-27). Apakah gambaran semacam itu juga dimengerti oleh Yesus? Atau memang malahan Yesus secara sengaja hendak mengubah gambaran manusia, yang memang hanya bertitiktolak pada kemampuan manusia sendiri?
Apakah karena kesalah-mengertian ini, banyak orang berkeinginan untuk membunuhNya? Kalau seandainya mereka tahu dan mengenal bahwa memang Dia itu adalah Kristus, apakah mereka tetap akan membunuhNya? 'Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepadaNya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?' kata mereka. Dari pernyataan ini, sepertinya mereka tidak akan membunuh Yesus seandainya mereka tahu dan mengenalNya. Banyak dari kita mengenal sesame, bukan karena keberadaan mereka, melainkan berdasar gambaran dan konsep kita sendiri tentang mereka. Itulah juga yang dialami oleh Yesus; apalagi dalam pengajaran keseharian 'Ia selalu meniadakan hari Sabat, dan mengatakan bahwa Allah adalah BapaNya sendiri dan dengan demikian menyamakan diriNya dengan Allah' (Yoh 5: 18).
'Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asalKu', kata Yesus menanggapi mereka. Sebagai anggota keluarga masyarakat, memang Yesus dikenal banyak orang. Keakraban menyatukan warga setempat.  'Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibuNya bernama Maria dan saudara-saudaraNya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudaraNya perempuan semuanya ada bersama kita?' (Mat 13: 55-57). Namun semuanya itu sebatas kesaksian manusia, dan Yesus tidak bertumpu pada kesaksian (Yoh 5: 34). Kesaksian manusia amat terbatas dan tak jarang amat insane dan membatasi segala yang bernada ilahi. Karena itu, sekali lagi Yesus menegaskan: 'Aku datang bukan atas kehendakKu sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku'.
'Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saatNya belum tiba'.
Tidak ada seorang pun yang berkuasa atas Tuhan. Tidak ada seorang pun yang berkuasa memaksa Tuhan. Tidak ada seorang pun yang berkuasa menangkap Dia dan memperlakukan sekehendak mereka. Jalan salib memang akan dialami oleh Yesus guna mencapai kemuliaan, sebagaimana dikehendaki oleh Bapa sendiri yang mengutusNya. Maka ketika banyak orang hendak menangkap Dia, tidak ada seorang pun yang berani menyentuh Dia, karena saatNya belum tiba.  Jalan salib adalah program dan kehendak Allah, dan bukannya kemauan dan keinginan manusia. Paskah mulia, yakni kematian dan kebangkitan Kristus adalah program Allah dalam menyelamatkan seluruh umat manusia. Di kayu salib adalah saat Yesus menampakkan kemuliaanNya.
 
 
Oratio :
 
Yesus, tambahkanlah iman kepercayaan kami kepadaMu, karena tak jarang pengenalan inderawi tak mampu menghantar kami lebih dekat dengan Engkau. Kami hanya berputar-putar pada diri kami sendiri, sehingga tak jarang kami mengalami kesulitan dalam memahami kehendakMu pada diri kami. Amin.
 
                                      
Contemplatio :
          'Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening