Kamis Prapaskah III 15 Maret 2012



Yer 7: 23-28  +  Mzm 147  +  Luk 11: 14-23

 

 

 

 

Lectio :

Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan." Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.

Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.

Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."

 

 

Meditatio :

'Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan'.

Itulah komentar banyak orang ketika Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Mereka, bukannya bersyukur dan bergembira karena salah seorang temannya mendapatkan karunia kesembuhan, melainkan berkomentar dan meremehkan Yesus, sang Guru; malahan ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepadaNya, untuk mencobai Dia. Keterlaluan mereka ini. Mereka orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat selalu berpikir negative terhadap Yesus; mungkin mereka ini iri hati dan cemburu social kepada Yesus, yang mampu mengadakan tanda-tanda mukjizat dan yang memang semakin hari semakin mempunyai banyak pengikut. Mereka merasa gelisah, bila ada seseorang yang dapat membuat sesuatu yang lebih baik daripada diri mereka sendiri. Mereka tidak ingin bila ada orang lain lebih sukses. Mereka tidak mau belajar daripadanya, malahan sebaliknya mereka tidak segan-segan menteror dan mengadakan pembunuhan karakter terhadapnya. Benarlah apa yang dikatakanNya tadi: 'siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan'. Inilah yang mereka lakukan terhadap Yesus.

Seandainya mereka mau belajar dari Yesus bagaimana Dia dapat mengadakan tanda-tanda agung dan mendengarkan sabdaNya, sungguh beruntunglah mereka. Mereka berkumpul dengan Yesus tetapi tidak bersatu dengan Yesus. Benarlah yang dikatakan oleh Yeremia dalam bacaan pertama tadi: 'dengarkanlah suaraKu, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia! Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya'.

 'Bodoh kali kau!', kata-kata kasar semacam ini tidaklah terucapkan oleh Yesus menanggapi mereka.Tetapi coba pikirkan, mungkin nada tinggi yang tepat harus dikatakan kepada mereka, 'jika setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh; demikian juga kalau iblis itu terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?'. Bukankah mereka juga harus bersekutu bila maju menyerang lawannya? Mereka pasti memperhitungkan kekuatan lawan yang hendak dihadapinya. 'Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya; tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya'.  

Mereka salah langkah dalam melawan Yesus. Tidak dapat disangkal, kalau memang mereka itu mengakui  kehebatan dan kesucian Yesus, Guru besar dari Nazaret ini. Harus kita pahami juga, kalau mereka merasa gerah ketika melihat Yesus sedang makan bersama-sama para pemungut cukai dan orang-orang berdosa. 'Mengapa Gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?' (Mat 9: 10-11). Mereka mengakui kehebatan dan keunggulan Yesus; dan sepertinya Yesus menyadari pengakuan mereka itu. Maka ketika tuduhan mengusir setan dengan kuasa Beelzebul diarahkan kepadaNya, Yesus langsung membalik mereka: 'jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu'.  Mereka berdiam diri, tidak mampu berbicara apa-apa, karena mereka juga sadar bahwa diri mereka diselimuti kejahatan dan tipu daya terhadap bangsa Israel.

'Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu', tegas Yesus. Inilah konklusi yang diberikan Yesus kepada mereka. Tidak mungkin kuasa kegelapan melawan dirinya, dan juga pasti ada kekuatan yang lebih besar yang mampu mengalahkan kuasa kegelapan. Kekuatan itu adalah Allah. Dialah Yesus yang menjadi Manusia dan tinggal di antara kita umatNya, sebab memang hanya Allah yang berkuasa atas hidup dan mati. Kerajaan Allah, di mana Allah meraja, terjadi bila semua manusia dan segala kuasa merunduk kepada Allah sang Empunya kehidupan; semuanya terjadi bila setiap orang berani merundukkan diri hanya di hadapan Allah, biarlah Allah meraja dalam diri mereka masing-masing; dan memang mereka secara sadar dan rela merundukkan diri hanya kepada Allah, dan bukan kepada yang lain.

Kita pun pasti bersikap dan bertindak demikian.

 

 

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, ajarilah kami, agar setiap kali melihat segala yang baik dan mendengarkan segala yang enak didengar, kami ingat akan Engkau dan semakin percaya kepadaMu. Sebab hanya dengan mendegarkan sabdaMu dan merundukkan diri di hadapanMu kami beroleh banyak berkat dan rahmat. Semoga di masa Prapaskah ini kami semakin berani percaya dan berserah diri kepadaMu. Amin.

 

Contemplatio :

'Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening