Rabu Prapakah V, 28 Maret 2012

Dan 3: 14-20  +  Mzm   +  Yoh 8: 31-42

 

 

 

 

Lectio :

Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka."

"Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu." Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri."

Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

 

Meditatio :

'Jikalau kamu tetap dalam firmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu'.

Inilah penegasan Yesus menyambung pernyaanNya kemarin. 'Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu'. PenyataanNya kemarin meminta kita untuk percaya kepadaNya; dan kalau kita percaya kepadaNya, maka pasti kita akan berani mendengarkan sabda dan kehendakNya. Itu otomatis. Sebab kepercayaan mengandaikan adanya pemberian diri seseorang kepada Tuhan. Orang-orang yang mendengarkan sabdaNya akan menjadi akan mempunyai hati dan pikiran seperti Dia, mereka akan menjadi murid-muridNya. Lebih lagi orang-orang yang percaya kepadaNya akan boleh kemampuan untuk mengenal kebenaran, dan inilah kebenaran itu: Allah itu kasih dan mengutus PuteraNya yang tunggal menjadi Manusia, sama seperti kita.

'Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun'.

Kesadaran diri sebagai keturunan Abraham adalah kebanggan bagi banyak orang. Mereka mati-matian mengatakan bahwa bapa kami adalah Abraham, kami bukan hamba. Namun tidak disangkal, kebanggaan itu hanya tinggal kebanggaan belaka, dan tidak ada tindak lanjutnya. Apakah kita juga bangga menjadi anggota komunitas tertentu?  Namun memang adakah yang kita unggulkan mengingat spiritualitas hidup yang ditawarkan kepada kita? Bila tidak sia-sialah kita; sebab 'bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?' (Mat 5: 47).

Kamu mengaku sebagai anak-anak Abraham, tetapi kamu 'berbuat dosa, maka kamu adalah hamba dosa'. Kamu mengaku bahwa bapamu adalah Abraham, tetapi 'kamu berusaha mau membunuh Aku'. Itulah teguran yang dilemparkan Yesus kepada mereka. Mengapa semuanya itu terjadi? Semuanya itu bisa terjadi, karena 'firmanKu tidak beroleh tempat di dalam kamu, dan kamu tidak melakukan pekerjaan yang dilakukan Abraham', tegas Yesus. Semuanya memang menunjukkan bahwa orang-orang sejamanNya tidak hidup dalam kebenaran. Mereka hidup dalam gambaran dan pikirannya sendiri. Mereka begitu menekankan kehidupan insane. 'Jikalau Allah adalah Bapamu', tegas Yesus, 'kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari  Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendakKu sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku'.

Bacaan pertama kembali mengingatkan kita semua sebagai orang-orang yang percaya kepadaNya. Kepercayaan kepada Allah akan selalu mendatangkan berkat dan kasih Tuhan yang berbelaskasih, tetapi tidak boleh dilupakan bahwa kepercayaan itu juga mengakibatkan perlawanan dari mereka yang tidak percaya kepadaNya. Atas peristiwa yang dialami Sadrakh, Mesakh dan Abednego, berkatalah Nebukadnezar: 'terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikatNya dan melepaskan hamba-hambaNya, yang telah menaruh percaya kepadaNya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka'. Untuk ikut dimuliakan dan ditinggikan, ketiga orang itu pun harus berani melalui jalan salibnya.

Kalau orang-orang sejaman Yesus bangga diri sebagai anak-anak Abraham, tidaklah terjadi sekarang ini. Kita bangga menjadi pengikut-pengikut Kristus. Kita bangga menjadi peserta komunitas-komunitas tertentu. Namun kiranya teguran Yesus terhadap orang-orang yang bangga diri sebagai anak-anak Abraham janganlah dikenakan kepada kita. Seseorang yang mempunyai hendaklah dia mudah memberi; seseorang yang merasa mendapatkan anugerah Tuhan, hendaknya dia semakin menjadi pembawa berkat bagi Gereja, umat Allah. Kebanggaan sebagai anak-anak Abraham hendaknya terungkap dalam sikap dan tindakan, demikian kita yang mengaku sebagai putera-puteri Bapa di surge. Anugerah ilahi akan tumbuh subur dalam diri seseorang, bila memang diimbangi dengan kematangan pribadi.

 

 

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, ajarilah kami setia tinggal dalam kebenaran bersamaMu. Semoga jalan salib yang harus kami lalui tidak membuat kami putus asa dan berhenti di tengah jalan; dan kiranya segala kebaikan yang berasal dari padaMu semakin menguatkan kami dalam bersyukur dan berkaya dalam namaMu. Amin.

 

Contemplatio :

          'Jika berbuat dosa, kamu adalah hamba dosa'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening