Rabu Prapaskah II, 7 Maret 2012


Yer 18: 18-20  +  Mzm 31  +  Mat 20: 17-28

 

 

 

 

Lectio :

Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan."

Lalu datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya."

Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu, sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

 

 

 

Meditatio :

'Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan'.

Penyataan ini disampaikan Yesus kepada para muridNya. Yesus tahu benar apa yang akan terjadi pada diriNya. Dia tidak takut dan gentar, karena memang Dia datang ke dunia hendak melakukan kehendak Bapa di surge yang mengutusNya (Yoh 6: 38). Sebentar lagi semuanya akan terjadi, dan Dia tidak mau menghindarinya; semuanya akan terlaksana di kota Yerusalem, pusat keagamaan Yahudi. Dia tidak melarikan diri, sebaliknya menyatakan kesiapsiagaanNya dengan memberitahukannya kepada para muridNya. 'Sekarang kita pergi ke Yerusalem', tegas Yesus kepada para muridNya, 'tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku'  (Yoh 16: 16).

'Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam KerajaanMu, yang seorang di sebelah kananMu dan yang seorang lagi di sebelah kiriMu'; permintaan seorang ibu bagi kedua anak-mama, yakni Yakobus dan Yohanes; sebuah permintaan yang mengungkapkan kebertangunganjawab atas kedua anak yang dipercayakan kepadanya. Hanya saja permintaan mama-tua ini tidak mengungkapkan solidaritas mereka akan peristiwa hidup yang akan dialami Yesus sang Guru, permintaan mereka hanya sebatas kemapanan hidup kelak.

Namun sekali lagi, Yesus tidak berhenti pada kelemahan dan ketidakberdayaan umat yang dikasihiNya. Karena itu, Dia menegaskan: 'dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?'. Sebuah permintaan yang sungguh menantang setiap orang untuk setia dalam panggilanNya. Mereka yang dipanggil dan dipilihNya, tidak lepas dari aneka tantangan hidup, termasuk dari Dia sendiri yang telah memilihnya.

Hal itulah juga yang dialami Yeremia, nabi yang dipilih Tuhan. 'Marilah kita mengadakan persepakatan terhadap Yeremia, sebab imam tidak akan kehabisan pengajaran, orang bijaksana tidak akan kehabisan nasihat dan nabi tidak akan kehabisan firman. Marilah kita memukul dia dengan bahasanya sendiri dan jangan memperhatikan setiap perkataannya!'. Mendengar semuanya itu, Yeremia pun mengeluh: 'akan dibalaskah kebaikan dengan kejahatan? Namun mereka telah menggali pelubang untuk aku! Ingatlah bahwa aku telah berdiri di hadapanMu, dan telah berbicara membela mereka, supaya amarahMu disurutkan dari mereka'.

Kita pun yang sudah menikmati rahmat penebusan, tidaklah boleh berdiam diri dalam menanggapi kasih dan sapaan Tuhan Yesus. kasihNya yang menyelamatkan itu, amatlah baik kita rasakan dan kita nikmati. Kiranya penyataan Yesus: 'cawanKu memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kananKu atau di sebelah kiriKu, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa BapaKu telah menyediakannya' ini, menjadi peneguhan bagi kita orang-orang yang telah diberi kesempatan untuk menikmatinya.

'Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu, sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang'. Inilah spiritualitas hidup Yesus, cara dan pedoman hidup kita semua.

Panggilan dan keterpilihan Tuhan yang Mahakasih tidak membebaskan seseorang dari sengatan matahari dan turunnya hujan, bahkan aneka peristiwa pahit pun akan terjadi, termasuk kematian. CawanNya yang kita minum tidak akan menghilangkan kehausan hidup di tengah peziarahan ini. Namun Paskah mulia semakin membuka mata hati kita untuk bersama denga Dia sang Mesias, Penguasa hidup.

 

 

Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus Kristus, Engkau kembali mngingatkan akan panggilan hidup ini. Kami mohon rahmat dan kasihMu semakin melimpah bagi saudara-saudari kami yang hampir putus asa melihat dan merasakan ketidakmapanan hidup sekarang ini. Semoga harapan mereka semakin tumbuh-subur di tengah-tengah kesulitan hidup yang semakin hari semakin menanjak ini. Yesus, berkatilah kami selalu.  Amin.

 

 

Contemplatio :

          'CawanKu memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kananKu atau di sebelah kiriKu, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa BapaKu telah menyediakannya'.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening