Rabu Prapaskah IV, 21 Maret 2012


Yes 49: 8-15  +  Mzm 145  +  Yoh 5: 17-30

 

 

 

 

Lectio :

Bersabdalah Yesus: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga."

Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.

Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.

Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

 

 

Meditatio :

'Orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh Yesus, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah BapaNya sendiri dan dengan demikian menyamakan diriNya dengan Allah'.

Inilah kegelisahan dan kegerahan orang Yahudi terhadap Yesus. Sulit bagi mereka untuk menerima sikap dan tindakan Yesus yang 'menyamakan diriNya dengan Allah dan mengatakan bahwa Allah adalah BapaNya sendiri'. Bagaimana mungkin Guru yang sering melawan adat istiadat Yahudi, yang tidak mewajibkan para muridNya berpuasa, yang tidak mentaati aturan hari Sabat dan yang suka bergaul dengan para pemungut cukai dan orang-orang berdosa, menyatakan diri sama dengan Allah? Itu gila!

Yesus tidak berhenti pada ketidakmampuan dan kesulitan orang-orang yang ada di sekitarNya. Dia malahan menegaskan siapakah diriNya. 'BapaKu bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga; dan sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diriNya sendiri, apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak'.

Yesus menunjukkannya dengan pelbagai pernyataan, pertama, 'sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diriNya sendiri, demikian juga Anak mempunyai hidup dalam diriNya sendiri'; kedua, 'Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakimanKu adil, sebab Aku tidak menuruti kehendakKu sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku'; ketiga, 'sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan siapa saja yang dikehendakiNya';  keempat, bahkan 'Bapa telah  menunjukkan kepadaNya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi'.

Yesus merasa perlu menyampaikan semuanya ini, bukannya Dia meminta peneguhan dan dukungan manusia ciptaan atas karyaNya, Yesus tidak memerlukan kesaksian manusia. Sebaliknya, semuanya ini disampaikan demi keselamatan umatNya sendiri. 'Aku berkata kepadamu', tegas Yesus, 'sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, demikian juga saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup'.

Semua yang dinyatakan Yesus ini membaharui janji Allah sendiri yang hendak menyelamatkan seluruh umatNya, sebagaimana dikatakan oleh Perjanjian Lama dalam bacaan pertama tadi: 'pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia. Adakah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau'.

Persoalan kaum Yahudi di jaman Yesus bukanlah persoalan kita, sungguh berbeda. Sebab kita tahu baik siapakah Yesus, bahkan kita telah boleh menikmati rahmat penebusanNya. Kiranya iman kepercayaan, harapan dan kasih inilah yang harus semakin kita tumbuhkembangkan, sebab kasih Allah yang sungguh luar biasa itu haruslah kita tanggapi dengan sebaik mungkin.  'Aku tidak akan melupakan engkau', demikian hendaknya kita pun tidak melupakan Dia. Semuanya kita lakukan agar kita boleh menikmati kehidupan kekal, sebagaimana kerinduan hati setiap orang.

          'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diriNya sendiri, sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak'. Ada baiknya sikap Yesus ini juga menjadi sikap hidup kita, sebab bukankah kita bercita-cita menjadi seorang kontemplatif, yakni bersikap dan bertindak seperti Tuhan Yesus sendiri. Seorang kontemplatif sejati adalah yang menjadikan sabda Yesus: 'apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak' menjadi pola hidupnya.

 

 

Oratio :

 

Tuhan Yesus, kami mengenal Engkau hari demi hari, berkat perayaan sabda dan sakramen-sakramenMu. Kami semakin hari Engkau ajak untuk semakin mendalami diriMu, karena memang kami ingin Engkau tinggal dalam diri kami, dan kami tinggal dalam Engkau.

Ya Yesus, buatlah kami semakin bersemangat dalam mengenal Engkau; tidak mudah putus asa bila memang kami tiba-tiba Engkau tantang dalam perjalanan hidup ini. Yesus, kasihilah kami selalu, amin.

 

 

Contemplatio :

          'Barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening