Sabtu Prapaskah IV, 24 Maret 2012

Yer 11: 18-20  +  Mzm 7  +  Yoh 7: 40-53

 

 

 

 

Lectio :

Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang." Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal." Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia. Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya.

Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?" Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!" Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!"

Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka: "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?" Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea." Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,

 

 

Meditatio :

'Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang'.

Nubuat Simeon dalam Luk 2: 34-35 ini terbukti nyata dalam Injil kita pada hari ini. Banyak orang mengatakan: 'Dia ini benar-benar nabi yang akan datang', dan yang lain berkata: 'Ia ini Mesias'. Para pengawal pun juga mengakui: 'Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!'. Dia memang Orang hebat!

Namun di lain pihak ada yang membantah: 'Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal'. Benar, kata imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, bahwa: 'tidak ada nabi yang datang dari Galilea'. Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak, karena memang Dia benar-benar menjadi perbantahan bagi banyak orang. Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuhNya. Allah belum menentukan hari-H terjadinya semuanya itu. Sekali lagi tiada seorang pun yang berkuasa atas Yesus. Jalan salib akan dilalui Yesus atas sepengetahuan Bapa di surge yag mengutusNya.

Benar memang yang kita renungkan beberapa hari ini bahwa Yesus tidak memerlukan kesaksian manusia. Sebab tak jarang kesaksian manusia hanya sebatas inderawi saja, hanya seputar pengetahuan insane saja. Mungkin kita tersenyum melihat cerita kali ini, tapi itulah yang terjadi. Kita tersenyum, karena kita tidak terlibat dalam peristiwa demi peristiwa yang dialami oleh Yesus. Pengenalan banyak orang terhadap Yesus bahwa Dia adalah Orang Nazaret, Orang Galilea, Dia bukan Orang Betlehem. Padahal Dia Kristus itu adalah keturunan raja Daud dan dilahirkan di Betlehem. Sebatas itulah pengenalan orang-orang pada jamannya. Inilah kesalahan dan kekeliruan Allah, yang mengutus AnakNya yang tunggal menjadi Manusia melalui keluarga Nazaret, sebagaimana kita renungkan kemarin.

Namun di sinilah terbukti sungguh bahwa kehendak Allah yang mengutus AnakNya yang tunggal itu terjadi dalam sejarah dan realitas dunia. Allah menyelamatkan manusia melalui peristiwa demi peristiwa hidup umatNya; bukan dalam aneka peristiwa aksidental atau monumental yang menggemparkan banyak orang; walau tidak disangkal, permainan kotor para penguasa juga harus dihadapi oleh Yesus dalam perjalanan hidupNya. Itulah yang ditangkap oleh Nikodemus, yang berani berkata kepada imam-imam kepala: 'apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuatNya?'. Nikodemus memang pemberani. Budaya kita ini masih membelenggu kita untuk berani berbicara secara jujur kepada orang-orang yang dituakan dan mereka yang memang sudah berusia (Jw: mendem dhuwur), juga kepada mereka yang berkuasa. Inilah dunia patriakal yang membuat mati sesame. Namun tak dapat disangkal itu, belenggu itu makin lama makin berkurang ikatannya. Kasih yang harus kita kedepankan dalam setiap langkah hidup ini.

Apakah Yesus sadar bahwa diriNya menjadi bahan perbantahan? Sebagai seorang Nazaret, apakah Dia juga menjerit sebagaimana disuarakan Yeremia dalam bacaan pertama tadi. 'TUHAN memberitahukan hal itu kepadaku, maka aku mengetahuinya; pada waktu itu Engkau, TUHAN, memperlihatkan perbuatan mereka kepadaku. Tetapi aku dulu seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih, aku tidak tahu bahwa mereka mengadakan persepakatan jahat terhadap aku: 'Marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!'. Yesus sadar sungguh akan tugas perutusanNya, dan memang Dia datang untuk melaksanakan semuanya itu. 'Ya BapaKu, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari padaKu; tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi'  (Luk 22: 42). Yesus menjerit,  tetapi tidak tenggelam dalam jeritan itu, karena Dia ada dalam Bapa.

 

 

 

Oratio :

 

Yesus, tambahkanlah iman kepercayaan kami kepadaMu, karena tak jarang pengenalan inderawi tak mampu menghantar kami lebih dekat dengan Engkau. Kami hanya berputar-putar pada diri kami sendiri, sehingga tak jarang kami mengalami kesulitan dalam memahami kehendakMu pada diri kami.

Yesus, tinggalah dalam diri kami, agar kami selalu siap memandang masa depan kami dengan penuh semangat. Amin.

 

                                      

Contemplatio :

          'Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening