Senin Prapaskah II, 5 Maret 2012


Dan 9: 4-10  +  Mzm 79  +  Luk 6: 36-38

 

 

 

 

 

Lectio :

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya:  'Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

"Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

 

 

Meditatio :

'Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka'.

Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi (Mat 7: 12), sebagaimana yang kita renungkan beberapa hari yang lalu. Itulah kesimpulan yang diberikan Yesus kepada kita semua. Hubungan timbal-balik yang mutual itulah yang sering terjadi di antara kita para muridNya, terlebih dalam kebersamaan hidup, baik dalam lingkungan gerejani ataupun masyarakat. Namun tak dapat disangkal, semuanya itu juga kurang memberi pembelajaran bagi banyak orang. Hari ini pun Yesus menegaskan hal itu, kataNya: 'janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu'.

Apakah kita mengampuni supaya diampuni, memberi supaya diberi, atau kita hanya berani menggunakan ukuran yang memang juga akan diukurkan kepada kita?  Tidak adakah keunggulan dan kelebihan kita dengan para pemungut cukai dan orang-orang yang tidak mengenal Allah (Mat 5: 46-47), sebagaimana yang kita renungkan hari Sabtu kemarin? Dengan banyak komunitas dalam hidup Gereja, hendaknya masing-masing menampilkan kelebihan dan keunggulannya, bukan dalam karya dan aneka kegiatan yang spektakuler, namun terlebih-lebih dalam usaha menghayati kasih Allah, sebagaimana kita renungkan hari Minggu kemarin.  'Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati', pinta Yesus kepada kita umat yang dikasihiNya. Segala bentuk kasih pelayanan yang kita lakukan bukanlah berdasarkan mereka yang kita layani, melainkan memang kita mau melayani.

Pengakuan dosa kepada Tuhan dan mohon ampunan dari padaNya adalah bentuk kemurahan hati yang mendalam kepada Allah. Itulah yang diceritakan dalam bacaan pertama tadi. Sebab dengan mengaku dosa, seseorang membuka diri di hadapanNya, mengakui kebesaran dan keagungan Dia, merundukkan diri di hadapanNya dan mengakui diri bahwa dirinya adalah orang berdosa. Hanya orang yang bermurahhati berani merundukkan diri di hadapan Tuhan dan memohon pengampunan daripadaNya. Sebab pengakuan diri di hadapanNya yang hanya dapat kita berikan kepadaNya, tidak ada yang lain.  

 

 

Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus Kristus, Engkau sungguh baik. Jadikanlah hati kami seperti hatiMu. Selimutilah kami dengan kemurahanhati agar kami dapat bersikap seperti Engkau, yang memberi hujan dan sinar matahari, bukan saja kepada orang-orang yang taqwa kepadaMu, melainkan juga kepada mereka yang melawan dan tidak mengasihi Engkau.  Itulah permohonan kami kepadaMu di masa Prapaskah ini, ya Yesus. Amin.

 

 

Contemplatio :

          'Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening