Hari Raya Kamis Putih, 5 April 2012


Kel 12: 1-14  +  1Kor 11: 23-26  +  Yoh 13: 1-15

 

 

 

 

Lectio: 

 

Suatu kali sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.

Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?" Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak." Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku." Kata Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!" Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua." Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."

Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

 

 

 

Meditatio:

 

Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. Yesus sadar sungguh akan perjalanan hidupNya. CintaNya terhadap para muridNya, terhadap seluruh umat manusia tidak dikaburkan atau dibatalkan oleh penolakan dan pengkhianatan Yudas Iskariot.

Semuanya tetap akan dijalaniNya, karena Anak Manusia datang ke dunia bukan untuk dimanjakan, melainkan untuk menyerahkan nyawaNya menjadi tebusan bagi umat manusia. Dia pun harus melalui jalan salib kehidupan. 'Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah'. Kini sebentar lagi Dia hendak memuliakan Bapa yang menyelamatkan umatNya. Dia kembali kepada Bapa setelah Dia mempermuliakan nama Bapa.

Bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Seorang Guru membasuh kaki para muridNya. Aneh tapi nyata. Itulah sejarah keselamatan.

Ketika sampai pada giliran Simon Petrus, berkatalah Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?" Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak." Walau tak dapat disangkal, kemudian Yesus menerangkannya juga kepada mereka semua; kataNya: "mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu".

Yesus sungguh-sungguh memberi teladan kepada para muridNya. Barangsiapa ingin ditinggikan, dia harus berani merendahkan diri dan menjadi pelayan bagi sesamanya (Mat 20: 27). Namun tidaklah dimaksudkan bahwa Yesus menginginkan semua muridNya mengejar kedudukan dan pangkat atau menjadi orang-orang terkemuka, malahan sebaliknya Dia mengingatkan pertama, hendaknya semua para muridNya berani benar-benar mengasihi dan melayani sesame, sebagaimana Kristus telah mengasihi mereka terlebih dahulu (Yoh 15: 2); kedua, mereka sungguh-sungguh menjadi muridNya, bila mereka saling membasuh kaki dan mengasihi sesamanya (Yoh 13: 35); ketiga, mereka yang mendapatkan keselamatan adalah mereka yang berani mengalami kasih Allah, menerima dan menikmati kasih Kristus, dan berani dibasuh serta dimurnikan oleh Kristus, sebab 'jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku', demikian juga menerima pembasuhanKu,  'Bapa-Ku akan mengasihi kamu dan Kami akan datang kepadamu dan diam bersama-sama dengan kamu' (bdk. Yoh 14: 23).

Kita semua adalah para murid Kristus. Apakah kita sudah melaksanakan perintah Kristus: agar kita saling mengasihi satu sama lain, sebagaimana Kristus telah mendahului mengasihi kita? 'Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu'. Apakah sudah kita lakukan?  Sudah! Namun kesempurnaan kita berbeda satu sama lain, bahkan memang tidak ada di antara kita yang sempurna! Mari kita jujur mengatakan kepada Kristus sejauhmana kasih kita terhadap sesame, sejauhmana kita berani membasuh kaki sesame?

Kita semua banyak yang mendalami aneka spiritualitas. Itu sangat-sangat bagus! Perlu semakin ditumbuhkembangkan. Kiranya spiritualitas-spiritualitas tambahan dalam mengikuti Kristus ini, karena memang hanya ada spiritualitas yang satu dan sama yakni hidup Kristus sendiri, semakin membuat kita untuk berani membiarkan diri dibasuh oleh Kristus Tuhan dan siap berdiri di barisan depan dalam membasuh kaki sesame, dan bukannya hanya bergumul dalam masing-masing komunitas atau membawa bendera tinggi-tinggi dalam pergaulan dengan sesame.

Di hari Kamis Putih ini kita juga diingatkan akan makna terdalam dari perjamuan Ekaristi, perjamuan bersama Kristus sendiri. Kesetiaan kita ikut serta dalam perayaan Ekaristi menunjukkan usaha kita ambil bagian dalam kematian dan kebangkitanNya. 'Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang', tegas Paulus dalam surat pertamanya kepada umat di Korintus, sebagaimana dikutip dalam bacaan kedua tadi. Perjamuan Ekaristi adalah pembaharuan Perjanjian Lama.  Musa mengingatkan makna Paskah Israel dari perbudakan Mesir bahwasannya: 'hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya'; kiranya Paskah Kristus yang membebaskan umat manusia dari kuasa dosa, semakin menjadi milik kita, sebab 'Kristus telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia' (1Tim 2: 6).

 

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, Engkau membasuh kami, agar kami beroleh keselamatan. Ajarilah kami ya Yesus agar kami semakin berani Engkau basuh dan Engkau murnikan, serta kami pun berani membasuh kaki sesame kami sebagaimana Engkau teladankan kepada kami. Amin.

 

Contemplatio :

          'Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku'

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening