Hari Raya Paskah, Minggu Pagi, 8 April 2012

Kis 10: 34-43  +  Kol 3: 1-4  +  Yoh 20: 1-9

 

 

 

 

Lectio: 

 

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."

Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

 

 

Meditatio:

 

'Ia harus bangkit dari antara orang mati'.

Inilah yang dikatakan dalam isi Kitab Suci. Inilah kehendak Allah Bapa di surge. Allah mengutus AnakNya tunggal untuk menebus dan menyelamatkan seluruh umat manusia. 'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga' (Luk 9: 22). Inilah karya penyelamatan Allah, yang memang membiarkan Yesus turun ke alam maut, dan naik dari sana. Yesus sendiri tahu dan sadar akan tugas dan perutusanNya: 'Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati' (Yoh 11: 25). Yesus bangkit dari alam maut bukan untuk keperluan diri sendiri. Dia harus bangkit untuk memberi kehidupan, Dia bangkit guna memberi kesempatan bagi setiap orang untuk menikmati kehidupan abadi, dan tidak berhenti dalam kematian dan dosa.

Kebangkitan Lazarus, pemuda di Nain dan anak Yairus adalah untuk kepentingan diri  mereka sendiri. Keluarga dan orang-orang di sekitar pun sebatas menikmati bahwa dia tetap hidup pada waktu itu, tetapi tidaklah demikian dengan Yesus. 'Yesus  menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya' (Ibr 5: 9). Sekali lagi inilah memang kehendak Allah. 'Inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman' (Yoh 6: 40).

Semua penyataan Yesus memang tidak langsung dimengerti oleh para muridNya, sehingga pada saat sesudah semuanya itu terjadi, mereka merasa kelabakan dan bingung.  "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan", teriak Maria Magdalena ketika pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar dan hari masih gelap, pergi ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.  

Petrus dan murid yang lain masuk ke makam dan melihat kain kafan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kafan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Isi makam tertata rapi, tidak ada pengrusakan dan pemusnahan. Segala-galanya sudah terlaksana dengan sempurna. Segala-galanya telah terjadi dan baik adanya. 'Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran' (Yak 1: 17); dan inilah yang juga baru saja terjadi di tempat Yesus dibaringkan ini. Murid yang lain itu ketika ia melihat semua itu, dia percaya.

Kebenaran iman kepercayaan akan kebangkitan Kristus ini menjiwai hidup para rasul. Mereka pun memberi kesaksian akan kebangkitan dan kehidupan. Kata mereka, sebagaimana tersurat dalam bacaan pertama: "Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya".

Kita semua adalah orang-orang yang percaya. Hari ini kita merayakan rahmat dan anugerah mulia: Yesus menyelamatkan kita seluruh umatNya.  Patutlah kita bersyukur kepadaNya atas kasihNya yang luar biasa itu.  Benarlah yang dikatakan Paulus dalam surat kepada umat di Roma, yang kita renungkan tadi malam:  'para saudara kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, dibaptis dalam kematian-Nya, dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia  supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru'.

Maka "kamu yang telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah", tambah Paulus dalam bacaan kedua tadi, "carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah; pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi, sebab apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan". Memandang ke atas berarti menaruh perhatian utama hanya kepada Tuhan Yesus, sang Empunya kehidupan. Paulus mengajak bersikap demikian, agar kita tetap dikendalikan oleh kasih Allah dalam tugas karya dan kesibukan kita sehari-hari, dan kita merasakan kehadiran dan pendampinganNya.

Selamat Paskah Alleluya.

 

 

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu atas rahmat kebangkitanMu yang Engkau limpahkan kepada kami. Semoga kami semakin hari semakin percaya kepadaMu, karena hanya dalam Dikaulah ada kebangkitan dan hidup. Semoga kami pun siap membagi warta kebangkitan itu kepada sesame, sehingga kami semakin mampu menampakkan umat yang Engkau pilih dan Engkau undang.  Amin.

 

 

Contemplatio :

          Akulah kebangkitan dan kehidupan. Alleluia, Alleluia.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening