Jumat Agung, 6 April 2012

Yes 52  +  Ibr 4  +  Yoh 18-19

 

 

 

Lectio: 

 

Sekarang ini kita mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.

 

 

Meditatio:

 

Sekarang kita ini mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Yesus berkenan merasakan kelemahan kita, yang memang sungguh terasa sakit, bila didera dan disiksa. Lebih dari itu, Dia dicobai dan dianggap seorang penjahat besar. "Jikalau Ia bukan seorang penjahat, kami tidak menyerahkan-Nya kepadamu!", seru orang-orang. Dia tertuduh sebagai orang yang lebih jahat daripada Barabas sang penyamun itu, sehingga "jangan Dia, melainkan Barabas", yang harus dilepaskan. Sebaliknya, "Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!"

Apakah memang Yesus benar-benar disalibkan? Ya benar, Dia disalibkan! Itulah yang tampak kasad mata, karena memang Dia benar-benar tergantung di kayu salib. Namun makna yang terbungkus peristiwa itu adalah persembahan diri Yesus. Sebab 'dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut'.

Persembahan diriNya dilakukan, karena Dia hendak memuliakan Bapa yang mengutusNya, Dia hendak menarik semua orang datang kepadaNya. 'Sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya'. Yesus memanggul salib dan ditinggikan di salib adalah kehendak dan kemauan Bapa. Yesus adalah pelaksana sabda, dan bukan hanya pendengar. 'Ketika mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya'. Semua orang beroleh keselamatan, karena persembahan hidup sang Mesias.

Inilah kebenaran Allah bahwasannya Allah tidak menyayangkan anakNya yang tunggal. Allah malahan menjadikan hidup dan kematian AnakNya sebagai tebusan bagi banyak orang. Kebenaran inilah yang memang disampaikan Yesus sejak semula  kepada semua orang. 'Benar Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku'.

          Masih adakah sekarang ini Pilatus-pilatus baru? Mereka memang mengerti apa itu kebenaran, karena mau mendengarkan dan malahan mempelajarinya, tetapi mereka tidak mau menghayatinya. Mereka memang tidak mau bersengsara; mereka mengenal dan mau menerima Yesus sebatas Dia mengadakan mukjizat memberi penghiburan.

          Kiranya keberanian kita mendengarkan suaraNya, sabda dan kehendakNya membuat kita mengerti kebenaran itu dan menikmatiNya. Inilah Paskah!

 

 

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, Engkau rela mati di kayu salib hanya demi keselamatan kami. Pada saat itulah Engkau dipermuliakan Bapa dan Engkau mempermuliakan Bapa. Semoga berkat kematianMu, kami berani hidup di dalam Engkau. Amin.

 

Contemplatio :

          'Benar Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening