Jumat Paskah II, 20 April 2012

Kis 5: 34-42  +  Mzm 27  +  Yoh 6: 1-15

 

 

 

 

Lectio: 

 

Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.

Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja." Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.

Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."

Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia." Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

 

 

Meditatio:

 

'Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?'.

Sebuah pertanyaan yang dilemparkan Yesus kepada Filipus. Sebuah pertanyaan yang 'dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya'. Filipus menjawabNya dengan tegas: 'roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja'.

Menarik kali cerita ini: Yesus mencobai Filipus, murid yang disayangiNya. Sebagai seorang murid, bukanlah hal istimewa yang diterimaNya dari seorang Guru, melainkan sebuah pencobaan. Dia dicobai oleh Yesus sang Guru, karena memang Dia tahu apa yang harus dikerjakan. Namun tak jarang, inilah yang sering terjadi: Yesus mengundang dan mengundang kita untuk terlibat dalam karyaNya. Bukan karena Dia tidak mampu melakukannya sendiri, melainkan karena Yesus mengundang kita supaya kita terlibat di dalam karyaNya. Keterlibatan kita dalam karyaNya tidak lain dan tidak bukan adalah karya perhatian dan pelayanan kasih.

Yesus yang tahu akan apa yang akan diperbuatNya menantang Filipus dan para murid lainnya: sejauhmana mereka menaruh perhatian kasih kepada orang-orang yang datang dari jauh. Di tempat yang sepi dan jauh dari keramaian, tentunya mereka tidak bisa banyak berbuat-apa-apa. Apakah para murid memikirkan hal itu? Apakah para murid hanya berdiam diri melihat kenyataan semacam itu? Atau karena mereka juga merasa tidak berdaya? Apakah mereka para murid belum mengenal sungguh siapakah Yesus yang ada di samping mereka itu? Atau apakah memang para murid tidak mau disibukkan dengan pelbagai urusan, karena memang mereka merasa bukan sebagai tuan rumah dalam pertemuan umum itu? Bukankah mereka itu datang sendiri-sendiri dan tidak ada yang mengundang?

Yesus yang sudah tahu kebutuhan kita pun masih sering menantang kita untuk berani meminta dan meminta kepadaNya (lih. Mzm 139). Dia mengajak kita untuk berani meminta kepada Bapa di surge apa yang kita inginkan, sebab Bapa yang mengetahui apa yang kita perlukan (Mat 6: 8), pasti akan memperhatikan kita. Yesus mengingatkan hal ini karena banyak dari kita yang sudah mengenal sikap Bapa kita seperti itu, malahan memilih untuk berdiam diri dan tidak berkata-kata apa pun. Kita harus berani berdoa dan berdoa. Doa menunjukkan keseriusan hati kita dalam relasi dengan Dia sang Empunya kehidupan ini.

'Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia'.

Inilah komentar orang-orang setelah makan kenyang bersama Yesus yang telah memperganda kelima roti jelai dan dua ekor ikan. Banyak orang memang datang kepada Yesus. Mereka berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. Kita dapat membayangkan betapa ramainya peristiwa itu terjadi. Paling sedikit, ada kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya, yang tentunya belum terhitung kaum perempuan dan anak-anak.

Mereka makan sampai kenyang. Mereka mengalami sesuatu yang indah dan menyenangkan. Mereka merasakan betapa bahagianya tinggal bersama dengan Dia, sang Guru. 'Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia'. Inilah Orang yang mereka tunggu-tunggu. Dia inilah sang Mesias, maka 'mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja'. Mereka bertindak demikian karena memang mempunyai maksud baik: menanggapi kasih karunia Tuhan yang telah mereka terima. Mereka ingin dekat selalu dengan sang Pembuat mukjizat.  Sungguh nikmatlah mempunyai seorang pemimpin yang murah hati.

Namun Yesus 'menyingkir pula ke gunung, seorang diri'. Kemauan baik umat yang dikasihiNya tidak dikehendaki oleh Yesus. Kemauan baik manusia memang tidak selalu sesuai dengan kehendak Tuhan, terlebih bila hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja. Maksud baik mereka ternyata ada nilai-nilai kepuasan diri; maksud baik mereka terkontaminasi titik-titik egoisme insane; dan tentunya kuasa insane inilah yang kiranya tidak mendapatkan perhatian Yesus, sang Empunya kehidupan. Kepercayaan dan keberserahan diri, sebagaimana dikumandangkan dalam Injil beberapa hari ini, kiranya yang akan lebih mendapatkan perhatian dan kasihNya, daripada keinginan yang berputar pada mukjizat-mukjizatNya.

Dalam bacaan pertama, Gamaliel seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak menasehatakan: "hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini! Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap. Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya. Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah". Dia berkata-kata seperti itu karena memang dia seorang ahli Taurat dan mendalami pesan-pesannya. Dia bukannya membela para murid, melainkan dia berusaha melihat kehendak Tuhan dalam setiap peristiwa hidup. Setiap kali kita membaca kitab suci 'janganlah kita beranggapan itu sebagai perkataan manusia, tetapi -- dan memang sungguh-sungguh demikian -- sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kita orang-orang yang percaya' (1Tes 2: 13). Kiranya sikap Gamaliel menjadi sikap kita bersama dalam menanggapi kehidupan.

 

Oratio :

 

Yesus Kritus, sungguh besar kasih Allah kepada kami umat manusia.  Kami mohon, ajarilah kami berani menanggapi cinta kasihMu itu dengan berani memilih yang terbaik bagi hidup kami, yang mendatangkan keselamatan, yang membangun kehidupan menggereja.

Yesus tambahkanlah iman kepercayaan kami kepadaMu. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

          'Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening