Jumat Paskah III, 27 April 2012

Kis 9: 1-20  +  Mzm 117  +  Yoh 6: 52-59

 

 

 

Lectio: 

 

Suatu kali orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."

Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."

Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.

 

 

Meditatio:

 

'Roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia'.

Penyataan Yesus itulah yang membuat  orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka, dan berkata: 'bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan'. Amat wajar pertanyaan mereka itu. Apakah Dia akan mencabik tubuhNya dan memberikannya kepada kita?

Yesus tidak menghidar dari mereka karena keraguan dan ketidakpercayaan mereka. Dengan tegas Yesus menyatakan: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku'.

Tubuh dan darahNya sungguh-sungguh memberikan jaminan keselamatan; dan semuanya itu dilaksanakan Yesus dalam perjamuan malam terakhir. Ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: 'ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku'. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: 'minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa' (Mat 26: 26-28).

Dalam perjamuan itu, Yesuslah yang membuat roti itu menjadi tubuhNya, dan membuat anggur menjadi darahNya. Dia tidak menipu atau membohongi para murid dan kita semua. Tuhan Yesus bukan pembohong. Inilah peristiwa transubstansial, yang tampak indera adalah roti dan anggur, tetapi kodratnya adalah tubuh dan darah Yesus Kristus. 'Daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman'. Yesus mengajak kita semua untuk menikmatiNya karena Dia menghendaki kita semua beroleh selamat. 'Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya'.

Sebagaimana kita renungkan kemarin: hanya kita Gereja Katolik yang memang mampu menerima hosti dan anggur yang sudah dikonsakrir itu adalah tubuh dan darah Kristus. Inilah anugerah yang indah dan luhur mulia. Bagi setiap orang terbuka peluang untuk menerima anugerah mulia itu, bila memang dia membuka diri dan percaya kepadaNya dan menerima kehendakNya. keberanian untuk menerima pemberianNya yakni tubuh dan darahNya. Maka ketidakmauan dan ketidakmampuan seseorang menerima tubuh dan darah Kristus, tetapi memaksakan diri menerimaNya adalah tindakan pencemaran terhadap yang ilahi, desakralisasi; ini bukan tindakan pengudusan diri.  Amat tepatlah dia tidak menerima Komuni kudus, dan kita sendiri hendaknya  tidak memberi kesempatan dia untuk menerimaNya.

 

 

Oratio :

 

Yesus Kristus , Engkau memberi santapan dan minuman surgawi kepada kami, yakni tubuh dan darahMu sendiri. Menikmati roti surgawi itu berarti kami menikmati keselamatan daripadaMu, karena memang Engkau tinggal dalam kami dan kami dalam Engkau. Ajarilah kami, ya Yesus, untuk mengimani kasihMu yang tak berkesudahan ini.

Bantulah mereka yang mengalami kesulitan dalam menerima komuni kudus. Semoga Engkau sendri menjadi penghiburan bagi mereka. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening