Kamis Paskah II, 19 April 2012

Kis 5: 27-33  +  Mzm 34  +  Yoh 3: 31-36

 

 

 

 

Lectio: 

 

Kata Yohanes kepada orang-orang yang mendengarkan dia: 'siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya. Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu. Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar. Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.

Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

 

 

Meditatio:

 

'Dia yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas'.

Inilah kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Yesus. Dia menyatakan kebenaran.  'Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya' (Yoh 3: 28). Yohanes mengarahkan orang-orang kepada kebenaran. Dia tidak mau menggunakan kesempatan yang bukan hak miliknya. Tidak ada keinginan sedikit pun dalam diri Yohanes untuk mengatakan ya aku adalah mesias; sekali lagi karena memang dia adalah seorang yang rendah hati, yang tahu dan sadar di mana dia berada. Aku hanya diutus untuk mendahuluiNya. Sebatas itulah tugas Yohanes Pembaptis.

Dengan kesaksiannya ini, Yohanes menegaskan bahwa Yesus Orang Nazaret itu adalah Seorang yang diutus Allah. Dia hanya menyampaikan firman dan kehendak Allah. Segala kuasa dan hikmat dimilikiNya karena memang Allah Bapa berkenan kepadaNya. Dia adalah tanda dan wujud kasih Allah.  'Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepadaNya'. Dia sungguh berkuasa penuh atas hidup ini, karena memang Dia adalah Allah yang menjadi Manusia. Inilah yang juga dikatakan Yesus sendri dalam pembicaraanNya kemarin bersama dengan Nikodemus: 'begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal'.  Hari ini pula dinyatakan kepada kita, melalui kesaksisan Yohanes Pembaptis: 'barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal'.

Apa yang harus kita buat sebagai orang-orang yang sudah percaya kepadaNya? Yohanes meminta kita: 'barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya'. Kita diminta taat  dan taat kepadaNya, karena memang kita hanya menerima belaskasih Allah. Keselamatan yayang berasal dari Allah bukanlah hasil usaha dan kebaikan kita, melainkan karena belaskasih Allah kepada kita. Amat baiklah kalau kita berani mentaati kehendakNya, bukan demi keagungan dan kemuliaan Dia, melainkan demi keselamatan kita sendiri. Dalam hal ini Yohanes melihat bahwa ketidaktaatan umat yang dikasihi kepadaNya mendatangkan murka Allah; pernyataan Yohanes lebih tajam dari pernyataan Yesus sendiri, sebagaimana kita renungkan kemarin, bahwa orang yang tidak percaya kepadaNya berada di bawah hukuman, yakni mereka sendiri secara sengaja  menghukum dirinya.

          Kedua, kita hendaknya semakin taat kepadaNya karena memang keberserahan diri dan ketaatan kita kepadaNya akan menyatukan hidup kita ini dengan sang Empunya kehidupan.  'Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya'. Kiranya perbedaan asal yang kita miliki semakin hilang karena kemauan kita untuk dilahirkan kembali dalam RohNya. Inilah memang kemauan Yesus Kristus sendiri, sebagaimana diungkapkan kepada Nikodemus kemarin agar kita dilahirkan kembali dalam air dan Roh.

Bacaan pertama kembali mengetengakan kepada kita tentang pengalaman para rasul yang mendapatkan tantangan untuk dibunuh dan dibinasakan. Mereka bukannya takut dan gelisah, malahan semakin tegas mewartakan kabar keselamatan itu. Tantangan hidup semakin menggerakkan mereka untuk memberi kesaksian. "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia".

 

Oratio :

 

Yesus Kritus, sungguh besar kasih Allah kepada kami umat manusia.  Kami mohon, ajarilah kami berani menanggapi cinta kasihMu itu dengan berani memilih yang terbaik bagi hidup kami, yang mendatangkan keselamatan, yang membangun kehidupan menggereja. Ajarilah kami juga dalam hidup berkomunitas untuk merasa diterima dan menerima sesame dalam keseharian hidup. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

          'Barangsiapa percaya kepadaNya akan  beroleh hidup yang kekal'.  

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening