Kamis Paskah III, 26 April 2012


Kis 8: 26-40  +  Mzm 66  +  Yoh 6: 44-51

 

 

 

Lectio: 

 

Suatu kali Yesus berkata kepada mereka: "Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.

Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

 

 

Meditatio:

 

"Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman".

Iman kepercayaan adalah usaha seseorang untuk mengenal Tuhan Allah. Namun tidak dapat disangkal bahwa iman adalah anugerah dari Allah sendiri yang ditanamkan olehNya dalam diri setiap orang. Iman itu hanya satu kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan, hanya cara pandang dan pengungkapannya yang berbeda satu dengan lainnya. Ada yang mengenal Allah dengan pengantaraan para nabi, di mana komunitas yang satu menerima dan mengidolakan seorang nabi, yang jelas berbeda dengan komunitas lainnya; ada yang mengenal Tuhan secara langsung, sebagaimana kita hayati bersama. Boleh disebut juga, kita mengenal Allah melalui seorang Nabi (Yoh 6: 14), yang memang secara istimewa Dia adalah Allah yang menjadi Manusia, sama seperti kita (Fil 2: 7). Ini berarti kita mengenal Allah secara langsung, karena Allah sendiri mendatangi umatNya.

'Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku'. Ini berarti pengenalan akan Yesus adalah suatu anugerah Allah sendiri, dan tidak diberikan kepada setiap orang oleh Bapa di surge. Namun di lain pihak Yesus sendiri juga 'menarik semua orang datang kepadaNya' (Yoh 12: 32). Apakah Bapa dan Putera berlawanan satu sama lain? Tidak! Allah adalah Esa. Bapa adalah Dia dan Dia ada dalam Bapa. 'Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa'. Apa yang dikerjakan sang Putera adalah kehendak Dia yang mengutusNya.Yang memang penyataan itu hendak menegaskan bahwa Allah menarik setiap orang, karena memang Allah ingin dikenal oleh umatNya, bukan untuk kemuliaan diriNya, melainkan demi keselamatan umat manusia sendiri. Sebab hanya Allah yang mampu memberikan keselamatan abadi, hanya Dialah yang berkuasa atas kebangkitan dan kehidupan. Untuk itulah Yesus menegaskan: 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal'. Yesus memberikan jaminan karena, memang Dialah jalan, kebenaran dan hidup.

'Akulah roti hidup'.

Kalau Selasa kemarin Yesus menyatakan diriNya sebagai roti hidup, yang memang sekedar untuk membandingkan diriNya sehingga 'barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi', hari ini Yesus menyatakan sungguh bahwa Dialah memang Roti Hidup. 'Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia'. Roti itu adalah tubuhNya sendiri yang memberikan hidup kekal, berbeda dengan 'roti manna yang diterima nenek moyangmu di padang gurun dan mereka telah mati'.  

Roti hidup inilah yang kita terima sekarang juga setiap kali kita merayakan Ekaristi. Setiap kali kita menerima komuni, berarti kita menerima roti hidup, tubuh dan darah Kristus sendiri. Maka benarlah yang dikatakan santo Pius bahwa Ekaristi adalah jalan singkat menuju ke surga, karena memang dengan menerima tubuh dan darahNya berarti kita menjadikan tubuh kita makin hari makin menjadi tubuhNya sendiri; dalam perayaan yang satu dan sama itu kita mendengarkan sabda dan kehendakNya.

Pemahaman inilah yang kiranya harus dimengerti oleh setiap orang: betapa luhur dan agungnya perayaan Ekaristi. Mereka yang tidak menerima sakramen baptisan atau sudah diterima resmi dalam Gereja Katolik dan sudah menerima komuni pertama tidak diperkenakan menerima komuni kudus. Sebab hanya Gereja Katolik yang memang mampu menerima hosti dan anggur yang sudah dikonsakrir itu adalah tubuh dan darah Kristus. Ketidakmampuan seseorang menerima tubuh dan darah Kristus, tetapi memaksakan diri menerimaNya adalah tindakan pencemaran yang ilahi, desakralisasi; ini bukan tindakan pengudusan diri.  Amat tepatlah dia tidak menerima komuni kudus, dan kita sendiri hendaknya  tidak memberi kesempatan dia untuk menerimanya.

Iman kepercayaan itu memang nilainya amat tinggi dalam sejarah keselamatan. Itulah yang dikatakan dalam Injil tadi. Kemampuan untuk menerima tubuh dan darahNya adalah anugerah mulia yang perlu ditumbuhkembangkan. Bacaan pertama juga mengetengahkan cerita kudus tentang kepercayaan orang Etiopia yang memberanikan diri dibaptis, karena memang kepercayaannya pada Kristus. Dia tidak melihat namun percaya. Diceritakan di tengah perjalanan, mereka tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: 'lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?' Sahut Filipus: 'jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh'. Jawabnya: 'aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah'.

 

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, Engkaulah Roti hidup yang turun dari surge. Semoga keberanian dan kesetiaan kami menerima tubuh dan darahMu membuat kami semakin mampu merasakan kehadiranMu yang menyelamatkan.

Yesus, hiburlah saudara dan saudari kami yang mengalami kesulitan dalam menerima kehadiranMu dalam komuni kudus. Semoga Engkau sendiri menghibur kerinduan mereka. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening