Pesta santo Markus, 25 April 2012


1Pet 5: 5-14  +  Mzm 89  +  Mrk 16: 15-20

 

 

 

 

Lectio: 

 

Suatu kali Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

 

 

Meditatio:

 

"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum".

Keras penyataan Yesus yang kita dengar di hari pesta santo Markus Pengarang Injil.  Injil harus diwartakan. Allah yang berkehendak menyelamatkan umat manusia dalam diri Yesus Kristus harus diketahui dan dimengerti oleh seluruh umat manusia; dan setiap orang harus mengakuiNya agar beroleh selamat; sebaliknya 'barangsiapa yang tidak percaya, dan tidak dibaptis, akan dihukum'. Memang tidak dapat disangkal: barangsiapa tidak percaya bahwa Allah menyelamatkan memang akan mendapatkan hukuman, mereka akan binasa selamanya, tetapi di luar kemampuan kita, dan hanya Tuhan Allah yang tahu, bagaimana seluruh umat manusia akan berseru dan mengakui bahwa Yesus, Orang Nazaret itu Kristus Tuhan.

Namun keyakinan kita yang kiranya tidak luntur dan malahan terus diperdalam bahwa Yesuslah Allah yang menjadi Manusia, yang memang sudah memberi kepastian dan tidak akan diubah, sebagaimana disabdakanNya: 'Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku' (Yoh 14: 6). Kristuslah satu-satunya jalan untuk menuju kepada Bapa sang Empunya kehidupan dan keselamatan.

"Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh". Apakah kita orang-orang yang percaya juga mendapatkan hal ini? Kiranya hendaknya semakin kita pahami bahwa tanda-tanda kasih karunia Allah tidak dibatasi oleh yang disebutkan Yesus pada saat itu, karena memang Allah itu adalah kasih, dan kasih itu Allah. Ada banyak kasih Allah yang telah kita nikmati dalam perjalanan hidup ini; karena memang Allah mengasihi kita. Hidup dalam kasih Allah adalah karuniaNya yang sungguh luar biasa dan selalu dinikmati oleh setiap orang yang berkenan kepadaNya.

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Salah seorang yang menghayati secara radikal perintah Yesus adalah Markus, sang Penginjil . Hari ini kita merayakan pestanya. Atas permintaan jemaat, Markus menuliskan khotbah-khotbah Petrus yang kemudian menjadi Injil. Dia menulis Injil ini terutama untuk orang-orang Yunani atau Grika dan bangsa-bangsa lainnya yang berbicara bahasa Yunani di kekaisaran Romawi. Hal ini dapat dilihat dari pilihan kata yang digunakan, referensi-referensi Perjanjian Lama yang dicantumkan, penjelasan tentang adat-istiadat orang Yahudi yang ditujukan kepada kaum non-Yahudi. Markus menggunakan istilah Anak Allah untuk menyebut Tuhan Yesus (Mrk 1: 1). Markus, yang disebut juga Yohanes, kemenakan Barnabas, rekan sekerja Paulus, dan oleh Simon Petrus dianggap sebagai anaknya, yaitu anak rohani atau murid terdekatnya.  Markus meninggal sebagai martir tahun 68.

Apa yang dapat kita buat? Sekali lagi, sebagai orang-orang yang percaya, telah banyak kasih karuniaNya yang telah kita terima. Kiranya bersama pemazmur kita lambungkan pujian ini: kasih setiaMu ya Tuhan, hendak kunyanyikan selama-lamanya. Karena memang Allah adalah kasih.

 

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, berkat pewartaan santo Markus, kami boleh mengenal Engkau dan menikmati kasih karuniaMu. Semoga pesta santo Markus membuat kami selalu bersyukur kepadaMu, karena memang Engkau sungguh baik. Berkatilah dan dampingilah kami selalu untuk setia mewartakan kabar sukacitaMu.

Kiranya limpahan kasihMu juga dinikmati oleh saudara-saudari kami yang mengalami kesulitan dalam mengenal Engkau. KuasaMulah, ya Yesus, yang menyertai mereka selalu. Amin.

 

 

Contemplatio :

          Kita wartakan Kristus yan tersalib, sebab Dialah kekuatan dan hikmat Allah.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening