Rabu dalam Pekan Suci 4 April 2012


Yes 50: 4-9  +  Mzm 69  +  Mat 26: 14-25

 

 

 

 

Lectio: 

 

Suatu hari pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?" Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku." Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.

Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?" Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."

Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

 

 

 

Meditatio:

 

Ketika dihadapkan peristiwa kematianNya yang meminta pertangunganjawab, Yudas Iskariot memilih untuk berhenti. Secara sadar dia pergi dan menjumpai imam-imam kepala dan berkata: "apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?".  Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya, sesuai dengan Kitab Suci (Mat 27: 9). Inilah upah untuk mem-PHK, mengusir dan membunuh seorang budak yang tidak diperlukan lagi. Kasar kali memang tindakan ini. Mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Semuanya ini pun disadari oleh Yesus, karena itu tadi Yesus berkata: 'Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia dan seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku'. Semuanya sesuai tertulis dalam Kitab Suci. Inilah nubuat! Apakah nubuat itu sebuah prakiraan?  Apakah nubuat itu takdir, atau sekedar ramalan? Apakah nubuat itu pernyataan Tuhan yang jauh-jauh sudah disampaikanNya? Apakah nubuat itu bisa berubah? Apakah nubuat itu bisa ditawar?

Bolehkah kita mengatakan bahwa Yudas Iskariot pun melaksanakan kehendak Allah? Bukankah segala yang dilakukannya sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci? Hidup Yudas Iskariot memang dinubuatkan; tetapi amat disayangkan memang. 'Celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan; adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan'. Kiranya bisa kita lihat bahwa Allah berkarya, bukan dalam peristiwa manis dan menyenangkan, tetapi juga dalam peristiwa pahit dan duka. Allah malahan sepertinya sengaja membiarkan peristiwa pahit dan mengancam terjadi pada hidup manusia. Allah sengaja membiarkan!

Semuanya ini disampaikan Yesus ketika mereka semua merayakan perjamuan Paskah pada hari raya Roti Tidak Beragi. Sebuah perjamuan yang memang harus dikenang, sebagaimana disuratkan Musa dalam Kitab Keluaran: 'kamu harus tetap merayakan hari raya makan roti yang tidak beragi, sebab tepat pada hari ini juga Aku membawa pasukan-pasukanmu keluar dari tanah Mesir. Maka haruslah kamu rayakan hari ini turun-temurun; itulah suatu ketetapan untuk selamanya' (Kel 12: 17). Hari Raya Roti Tidak Beragi adalah perayaan sukacita mengenangkan awal perjalanan hidup bangsa menikmati keselamatan, dalam perjamuan Paskah inilah juga awal Yesus hendak dimuliakan. Inilah awal jalan salib yang ditempuh Yesus menuju kemuliaanNya.

Kesadaran manusiawi Yesus kiranya juga disemangati oleh spiritualitas Yesaya, sebagaimana tersurat dalam bacaan pertama tadi: 'Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu. Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku beperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku! Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?'. Yesus maju tak gentar!

 

 

 

Oratio :

 

Yesus Engkau hadir dalam perisitwa hidup kami. Engkau malahan tak jarang membiarkan kami berjalan sendirian. Engkau tersembunyi ya Yesus. Padahal kami merindukan bantuan dan keselamatan daripadaMu. Ajarilah kami  berani menerima kenyataan hidup,  agar kami kedapatan setia kepadaMu sampai akhir hidup kami. Amin.

 

 

Contemplatio :

          'Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diriNya'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening