Sabtu Hening

7 April 2012

 

Setelah mengenangkan sengsara dan kematian Yesus dalam perayaan Jumat  Agung, kita seluruh umat Allah diajak untuk masuk dalam masa hening, saat nyepi. Kita diajak untuk banyak berdiam diri, mengadakan laku tapa, bermatiraga dan bermeditasi, berjaga dan berdoa. Karena memang seusai perayaan Jumat Agung kita mengenangkan Yesus yang turun ke alam maut, Yesus masuk dalam dunia orang mati dan membongkar kuasa kegelapan.

Seusai perayaan Jumat Agung sampai petang hari menjelang perayaan Malam Paskah kita masuk dalam Sabtu hening. Puasa dan pantang seharusnya tidak cukup hanya hari Jumat, akhir masa Prapaskah ini. Kita diajak masuk dalam masa hening untuk merasakan kuasa Allah yang menaklukkan alam maut. Keberanian  menikmati masa hening, kita akan merasakan ketiga hari suci: Jumat, yang sudah diawali sesudah perayaan Kamis Putih, Sabtu hening dan Minggu Paskah. Trihari Suci tidak bisa disatukan satu dengan lainnya.

Ada baiknya kita memanfaatkan Sabtu hening untuk sungguh-sungguh berjaga dan berjaga sambil berdoa. Hendaknya kita sungguh-sungguh ikut menyelami hidup bersama Kristus yang turun ke alam maut guna memulihkan kehidupan. Tidak bisakah engkau berjaga bersama sejenak saja? (Mat 26: 40).

Dia disalibkan, wafat dan dimakamkan

Yang turun ke tempat penantian

dan pada hari ketiga bangkit dari antara    orang mati.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017