Sabtu Paskah III, 28 April 2012

Kis 9: 31-42  +  Mzm 116  +  Yoh 6: 60-69

 

 

 

Lectio: 

 

Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"

Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya."

Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."

 

 

Meditatio:

 

'Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?'.

Itulah komentar para murid mendengar penyataan Yesus yang kita dengar kemarin. 'Daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia', tegas Yesus. Sekali lagi, tidak semua orang bisa menikmati kasih karunia yang indah ini. Inilah maksud penyataan Yesus kemarin bahwa: 'tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya'.  Kemampuan dan keberanian untuk memahami dan menerima tubuh dan darah Kristus adalah anugerah Allah kepada kita umatNya. Yesus memberikan yang terbaik dan termulia bagi umatNya, tetapi tidak semua orang bisa menerimaNya.

Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang penyataanNya itu, berkatalah Dia kepada mereka: 'adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya'.

Yesus semakin mempertajam persoalan. Dia malahan menantang para muridNya untuk berani melihat segala yang indah dan mulia yang akan diberikan kepadaNya. Bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? Peristiwa ini pun akan terjadi, dan hal itu akan sulit masuk dalam akal budi kita manusia. Namun semua harus dinyatakan kepada para murid, karena memang itulah kehendak Bapa, agar semua orang beroleh selamat. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.  Perkataan yang disampaikan Yesus adalah kehendak Allah yang mengatasi kemampuan dan kemauan manusia; setiap orang tidak akan mampu menerimanya, bila memang hanya mengandalkan kekuatan insane belaka.

Sabda Yesus itu memurnikan. 'Sebab memang sabdaNya itu hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita' (Ibr 4: 12); dan itulah yang memang terjadi sekarang ini.  Mulai dari waktu itu, banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. 'Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?'.

'Apakah kamu tidak mau pergi juga?', tantang Yesus kepada kedua belas murid-Nya, orang-orang yang dikasihiNya. Jawab Simon Petrus kepada-Nya: 'Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah'. Inilah jawaban iman yang diberikan oleh para murid, sebagaimana diwakili oleh Simon Petrus. Apakah Petrus mengerti sungguh  apa yang dinyatakan Yesus? Apakah dia paham benar maksudnya? Saya kira tidak! Namun tak dapat disangkal kepercayaan Petrus kepada Yesus, yang adalah Mesias, sungguh-sungguh tak boleh diremehkan. Kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.

'Apakah kamu tidak mau pergi juga?', tentunya pertanyaan ini tidak akan disampaikan Yesus kepada kita yang sudah percaya kepadaNya. Malahan kita sendiri sebaliknya yang seharusnya bertanya kepada diri kita sendiri: sejauahmana kita yakin dan percaya sungguh bahwa  perkataanNya adalah perkataan hidup kekal. Sejauhmana kita berani melaksanakannya, dan bukan hanya sekedar pendengar yang mudah menipu diri? Bagaimana kita selalu membaharui penyataan hidup kita bahwa kita telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah? Apakah kita memang sudah menolak aneka kepercayaan lain yang seringkali  mengutamakan perhitungan waktu dan rumusan-rumusan untung-rugi atau balas budi? Kalau kita percaya Yesus, kita tinggalkan kepercayaan-kepercayaan lain itu!

Kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah. Iman inilah yang diwartakan Petrus dalam perjalanan hidupnya. Dalam bacaan pertama diceritakan tadi pengalaman Petrus dalam mewartakan iman keprcayaannya. Pengalaman yang indah juga dirasakan oleh banyak orang. Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus; demikian juga di seluruh Yope, banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.

 

Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus, sabdaMu tak jarang menghentak kami, membuat kami tersentak dan tergopoh-gopoh. Engkau menantang kami untuk segera mengambil sikap yang tepat. Bantulah kami, ya Yesus, agar kami dengan cekatan untuk berani memilih yang terbaik, yang mendatangkan keselamatan bagi kami.

Yesus, pertajamlah hati dan budi kami selalu, Amin.

 

 

Contemplatio :

'Kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening