Selasa dalam Pekan Suci, 3 April 2012

Yes 49: 1-6  +  Mzm 71  +  Yoh 13: 21-38

 

 

 

Lectio: 

 

Dalam perjamuan malam Yesus sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."

Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!" Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?" Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." Tetapi tidak ada seorang pun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.

Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.

Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku." Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!" Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

 

 

 

Meditatio:

 

Dalam perjamuan malam Yesus sangat terharu. Dia terharu, karena Dia  melihat dan merasakan pengalaman hidup orang-orang yang dikasihiNya, khususnya kedua murid yang ada di depanNya. Ada yang mau mengkhianatiNya, dan Dia menyatakannya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."  Ada pula yang akan menyangkal diriNya; "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali", kataNya kepada Petrus. Namun Yesus tidak menolak mereka, Dia tetap menerima dan menerima para muridNya apa adanya dengan penuh kasih. Tepatlah yang dikatakan Paulus: 'jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya' (2Tim 2: 12-13). Sungguh baik Engkau Tuhan, tidak ada allah selain Engkau.

Yesus pun siap sedia menerima semua peristiwa kehidupan yang akan terjadi pada diriNya, karena semua terjadi sesuai dengan kehendak dan kemauan Bapa di surge. Semua peristiwa kehidupan diterimaNya dengan penuh syukur, karena memang Dia datang hanya untuk melakukan Bapa yang mengutusNya.  "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera", seru Yesus. Yesus sadar waktuNya segera tiba. Dia akan mempermuliakan Bapa di surge yang mempermuliakan diriNya. Sebentar lagi Dia akan ditinggikan, dan pada waktu itu Dia akan menarik semua orang datang kepadaNya. Yesus menarik semua orang datang kepadaNya, karena Allah Tuhan  yang berbelaskasih mengharapkan semua orang beroleh selamat. Allah menghendaki agar semua orang yang telah diserahkan kepadaNya tak seorang pun ada yang hilang.

"Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu". Sebentar lagi sang Mempelai akan diambil dari tengah-tengah mereka, sebentar lagi mereka harus berani berpuasa. Sebentar lagi mereka akan berpisah, karena memang Anak Manusia berasal dari atas, dan mereka berasal dari bawah. Anak Manusia berasal dari surge dan mereka semua berasal dari dunia. 'Kamu akan mati dalam dosamu, jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia' (Yoh 8: 24).

Namun kiranya terbuka kesempatan yang begitu lebar untuk tetap bersatu dan tinggal bersama dengan Dia. Anak Manusia akan menarik setia orang untuk datang kepadaNya dan setiap anak-anak manusia diajak untuk percaya kepadaNya. Inilah yang memungkinkan dan menyatukan Allah dan manusia. Kematian dan kebangkitanNya dari alam maut akan menjadi jaminanNya; karena itu Dia menegaskan tadi: "ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku", sebab kematian dan kebangkitan adalah saatNya Dia menyatukan.

Kesadaran Yesus untuk menyatakan bahwa Dia hendak dimuliakan dan menarik semua orang datang kepadaNya telah jauh-jauh sebelumnya diramalkan oleh nabi Yesaya dalam bacaan pertama.  'Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku. Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi'. Yesus secara terang-terangan menyatakan siapakah diriNya dan apa yang harus dilakukanNya, sebab Dialah terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari Allah sampai ke ujung bumi.

Yesus sadar sungguh akan tugas perutusanNya. Semenjak awal Yesus tidak pernah menegur Yudas yang terbiasa mencuri. Dia pun tidak menegur Petrus yang sering bersikap agresif.  Namun kepada mereka berdua dihadapkan peristiwa kematianNya yang meminta pertangunganjawab: berhenti, menyangkal, atau terus mengikutiNya.

          Kepada kita tentunya tidak dipertanyakan hal itu. Atau memang ada dari kita, yang hal itu dipertanyakan oleh Yesus? Kiranya pasti Yesus meminta kita untuk semakin berani memberi diri kepadaNya. Yesus meminta dan meminta kita agar kita semua beroleh selamat. Yesus memang mempunyai hati kepada kita.

 

 

Oratio :

 

Yesus engkau sungguh menaruh hati kepada kami. Engkau mengenal kami masing-masing, Engkau malahan tidak memperhitungkan segala dosa dan kesalahan kami bila kami mau berpaling kepadaMu.

Ya Yesus, siapkan hati kami untuk merayakan kelahiran hidup kami di dalam Engkau, dalam Paskah mulia. Amin.

 

Contemplatio :

          'Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diriNya'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening