Selasa Paskah III, 24 April 2012

Kis 7: 51-  +  Mzm 31  +  Yoh 6: 30-35
 
 
 
Lectio: 
 
Kata orang banyak yang mendapatkan teguran kemarin: "tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga." Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."
Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
 
 
Meditatio:
 
"Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?".
Komentar orang-orang yang tidak terima dengan teguran Yesus kemarin. Ada yang menerima dan menjadi percaya, ada yang merasa dilecehkan sepertinya. Mau apa Kau?  'Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?'. Mereka seperti orang-orang yang tidak mengenal Yesus sama sekali, padahal Yesus beberapa hari sebelumnya telah mengadakan penyembuhan bagi banyak orang sakit dan mempergandakan roti, dan mereka telah menikmatinya. Apakah memang mereka sengaja mengabaikan semua itu, karena teguran Yesus amat menyakitkan mereka? Malahan mereka membandingkannya dengan pengalaman leluhur mereka, yang tak langsung hendak menunjuk pada Musa, katanya: 'nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: mereka diberi-Nya makan roti dari sorga'.
'Aku berkata kepadamu', kata Yesus menanggapi mereka, 'sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia'. Ada dua hal yang ditekankan dalam penyataan Yesus ini: pertama, yang memberikan roti yang turun dari surge, bukanlah Musa, melainkan Allah Bapa. Seorang manusia, Musa, tak berdaya memberikan makan kepada bangsa Israel, umat yang terpilih. Hanya Allah yang  mampu memberikan kehidupan kepada setiap orang. Musa adalah seorang nabi yang diutus Allah. Dia berbicara atas nama Allah. Musa mampu membuat sesuatu yang baik, hanya karena Allah.
Kedua, Yesus kemudian mengalihkan pembicaraan, bukan dengan berfokus pada roti atau manna yang dinikmati oleh orang-orang Israel, melainkan pada roti pemberian dari Allah yang memberi hidup kepada dunia. Roti pemberian dari Allah itu tidak dapat binasa, melainkan bertahan sampai kepada hidup yang kekal.  Sekali lagi, ada orang-orang percaya kepadaNya dan berkata: 'Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa'. Mereka melihat ada sesuatu yang lebih indah dan mulia, maka mereka berani meminta daripadaNya.
'Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi', tegas Yesus. Datang kepada Yesus dan berani percaya kepadaNya berarti menikmati santapan yang memberikan hidup, karena memang Dialah Roti yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.  
Kita adalah orang-orang yang percaya kepada Kristus Roti kehidupan. Sekedar refleksi bagi kita: sering kita datang kepadaNya? Kapan dan di mana kita mendatangiNya? Bagaimana caranya kita mendatangi Dia? Apa yang kita lakukan kalau kita datang kepadaNya? Ada untungnya kita datang kepadaNya?
Bacaan pertama menampilkan keberanian Stefanus yang mendatangi Yesus, bukan ketika dia berdoa di bait Allah, tetapi ketika Yesus berada di Mahkamah Agama. Tanpa takut dan enggan dia menyatakan: 'sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah'. Dia pun tidak takut dan gentar ketika orang-orang melarang dan menariknya keluar dari sana, dia tetap mau datang dan menjumpai Yesus. Dia datang memang hanya untuk menjumpai Yesus, katanya: 'ya Tuhan Yesus, terimalah rohku'.
Menjumpai Yesus memang tidak harus dalam acara formal dalam gereja, dalam peribadatan. Dalam keseharian kita, Dia meminta kita untuk berani menjumpaiNya. Sekali lagi sekedar refleksi bagi kita: sering kita datang kepadaNya? Kapan dan di mana kita mendatangiNya? Bagaimana caranya kita mendatangi Dia? Apa yang kita lakukan kalau kita datang kepadaNya? Ada untungnya kita datang kepadaNya?
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, kepercayaan kami kepadaMu amat berharga. Ajarilah kami hari demi hari semakin berani datang kepadaMu, berani menyempatkan diri dan menengok Engkau, walau kami sedang sibuk bekerja, sebab tak jarang Engkau malahan membantu kami dalam menyelesaikan perkerjaan-pekerjaan itu. Amin.
 
 
Contemplatio :
           'Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening