Selasa Paskah IV, 1 Mei 2012


Kis 11: 19-26  +  Mzm 87  +  Yoh 10: 22-30

 

 

 

 

Lectio: 

 

Tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo. Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."

Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu."

 

Meditatio:

 

'Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami'.

Itulah kegelisahan orang-orang Yahudi terhadap Yesus. Mereka gelisah karena mereka melihat, mendengar dan bertatap muka sendiri, bagaimana Yesus yang membuat segala-galanya baik dan indah selalu. PengajaranNya penuh wibawa dan kuasa. Namun di lain pihak Yesus sendiri tidak pernah mengatakan bahwa memang diriNyalah Mesias yang harus ditunggu-tunggu. Kalau hari Minggu kemarin Yesus menegaskan bahwa Dialah Gembala yang baik, tak dapat disangkal memang, tetapi itu hanyalah salah pengajaran hidup rohani, bukanlah pengajaran yang bersifat eskatolgis, bahwasannya Seorang Mesias akan datang, Dia akan memberi pencerahan dan harapan pasti di akhir jaman.

Yesus tahu benar kegelisahan mereka, dan memang selama ini Dia tidak pernah memang menyatakan siapakah diriNya.  Sengaja memang Yesus tidak menyatakan siapakah diriNya; sebaliknya 'Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya', tegas Yesus. Dia telah menyatakan bukan dengan menyebut siapakah diriNya, melainkan menunjukkan segala pekerjaan yang dilakukanNya, karena memang Dia hanya melakukan kehendak Dia mengutusNya (Yoh 5: 30). Sepertinya hanya Dia Yesus Tuhan yang mampu melakukan kehendak Bapa di surge, karena memang Dia ada dalam Bapa dan Bapa ada dalam Dia. 'Aku dan Bapa adalah satu'. Namun Yesus tidak egois.

Mereka orang-orang Yahudi yang tidak percaya akan pekerjaan yang dilakukan Yesus, langsung mendapatkan jawaban yakni bahwasannya mereka itu 'tidak termasuk domba-domba-Ku'. Orang-orang Yahudi, kaum Israel, bangsa yang terpilih secara tegas dinyatakan bukan termasuk domba-domba yang harus dijagaNya; walau akan tetap menikmati belaskasihNya (Yoh 10: 16). Mereka itu domba-domba yang di luar kandang. Sebaliknya orang-orang yang percaya adalah mereka 'yang mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa'.

Sungguh menyenangkan orang-orang yang mendapatkan kasih karuniaNya ini. Benarlah yang dikatakan Yesus hari Kamis lalu bahwa memang 'tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman' (Yoh 6: 44). Mereka beroleh segala yang indah karena kasih Allah sendiri, bukan karena jasa-jasa mereka.

Semakin jelas memang hari, siapakah orang-orang yang diselamatkan itu. Mereka itu adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus; mereka bukanlah orang-orang yang semata-mata saudara dan saudari Yesus, bukanlah mereka yang telah menerima gelar bangsa terpilih, bukanlah orang-orang yang bangga beragama tertentu atau berasal dari komunitas eksekutif. Mereka yang diselamatkan adalah orang-orang yang percaya kepadaNya, mereka yang percaya dan paham akan segala pekerjaan yang dilakukan Yesus, mereka yang percaya kepada Dia yang diutus Bapa, yang memang datang melakukan kehendak dan pekerjaan Bapa; karena memang Dia ada dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Dia; 'Aku dan Bapa adalah satu', tegas Yesus.

Semenjak awal Gereja sudah menyadari hal ini, karena itu tanpa segan-segan mereka mewartakan bahwa Yesus Kristus itu Tuhan, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama tadi. Mereka yang bukan dari kalangan orang-orang Yahudi, antara lain orang Siprus dan orang Kirene, orang Yunani, percaya akan pemberitaan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan; malahan para murid mengutus Barnabas, seorang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman ke Antiokhia, guna meneguhkan dan menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Kita semua bukanlah orang-orang dari luar kandang, karena memang kita adalah orang-orang yang percaya, orang-orang yang mendapatkan jaminan untuk beroleh hidup yang kekal,orang-orang yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, orang-orang yang tidak akan direbut dari tanganNya. Namun kiranya perlu kita berani mengevaluasi, sejauhmana kita menikmatinya kasihNya itu; tidak cukup hanya dengan mengakui diri sebagai orang-orang yang sudah mendapatkan jaminan keselamatan, tapi tidak banyak berbuat apa-apa; bila itu terjadi kita tak ubahnya dengan bangsa Israel, yang berhenti pada kebanggan diri sebagai bangsa terpilih. Kalau kita hari demi hari semakin percaya kepada Yesus,  ternyata Dia memberi jaminan yang lebih besar lagi, kataNya: 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu' (Yoh 14: 12).

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, buatlah kami menjadi orang yang semakin hari semakin percaya kepadaMu. Karena memang keselamatan yang berasal dariMu itulah yang begitu menarik hati kami. Kami ingin ingin selamat, kami tidak ingin binasa.

Tuhan Yesus, semoga Engkau juga mengetuk hati secara istimewa mereka yang belum mengenal Engkau dan menghadapi ajal, agar mereka kelak boleh tinggal bersama Engkau, karena mereka masih sempat percaya dan berserah diri kepadaMu. Amin.

 

 

Contemplatio :

          'Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening