Senin dalam Pekan Suci, 2 April 2012



Yes 42: 1-7  +  Mzm 27  +  Yoh 12: 1-11
 
 
 
 
Lectio: 
 
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."
Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.
 
 
 
Meditatio:
 
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Entah apa intense makan bersama mereka. Apakah hanya untuk menjawabi kedatangan Yesus ke rumah mereka, di mana mereka bersyukur kepada Tuhan atas kunjunganNya? Tidak disebutkan memang, apakah para murid ambilbagian dalam perjamuan makan ini atau tidak. Sepertinya mereka semua ikut serta, sebab dikatakan 'salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus',  ini berarti ada beberzpa orang lain yang ikutserta dalam perjamuan bersama itu, yang kemungkinan besar adalah para muridNya. Kembali Marta sibuk melayani Yesus.
Pada waktu  Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Sebuah tindakan yang memang luar biasa nilainya, yang besar kemungkinannya dilakukan setelah makan bersama selesai. Dan sepertinya, perlakuan istimewa terhadap Yesus sudah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan keluarga, sehingga Lazarus dan Marta tidak mengatakan apa-apa. Marta yang sibuk melayani juga tidak merasa terganggu dengan tindakan Maria, saudarinya. Maria melakukan suatu tindakan yang memang sulit dimengerti. Mungkin meminyaki kaki seseorang adalah hal yang lumrah, tetapi 'menyeka dengan rambutnya' adalah hal yang istimewa.
 Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?". Yang protes atas tindakan Maria, bukannya Marta, melainkan Yudas Iskariot. Sebab tindakan Maria terasa berlebih-lebihan. Apakah Yudas irihati melihat perlakuan yang istimewa itu? Namun Injil mencatat bahwa  'hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya'.  Bukannya kebaikan yang hendak diungkapkan oleh Yudas Iskariot, melainkan kejahatan. Ternyata kejahatan Yudas Iskariot tidaklah tampak ketika akhir-akhir hidup Yesus di dunia, melainkan semenjak awal Yudas sudah menampakkan sikap dan tindakan yang tidak bersahabat dalam komunitas. Namun Yesus tidak mengusir dan membatalkan panggilan yang telah disampaikan kepada Yudas Iskariot dalam komunitas duabelas rasul. Yesus tetap berani menerima kenyataan hidup rasulNya dalam komunitas yang ideal, yang dibentukNya sendiri.
"Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku", sahut Yesus menanggapi keluhan Yudas. Sungguh, ternyata Maria mampu melakukan sebuah tindakan yang benar-benar berkenan kepada Tuhan. Kalau Maria Magdalena dan Maria yang lain membawa rempah-rempah setelah kematian Yesus (Mrk 16: 1), yakni di hari ketiga; sebaliknya Maria jauh-jauh sebelum kematianNya, di hari keenam, dia telah meminyaki tubuhNya. Maria menyeka tetesan minyak dengan rambutnya, tanda kehormatan seorang perempuan. Dia sunguh-sungguh merundukkan diri di hadapan Yesus. Sebab sesungguhnya surge itu ada di bawah telapak kaki Yesus, dan bukannya di bawah telapak kaki ibu. Yesuslah sang Empunya kehidupan.
"Orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu." Penegasan Yesus mengingatkan bahwa orang dapat saja melakukan tindakan-tindakan social, yang mengungkapkan sikap humanis terhadap sesame ciptaan, tetapi tidak sekaligus mengungkapkan rasa cinta kasih terhadap sesame. Kita dapat menolong mereka menurut kemauan dan ukuran kita, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu  (bdk. Mrk 14: 7), karena Kristus yang harus menjadi ukurannya, dan bukannya sekedar kemauan kita. Cinta terhadap sesame selalu mengikutsertakan Yesus dalam pergaulan sehari-hari.
Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus. Lazarus menerima berkat melimpah dari Yesus, tetapi dia pun mendapatkan perlawanan karena pergaulannya dengan Yesus. Menerima Yesus dalam hidup berarti berani menerima kasih dan perlindunganNya, tetapi sekaligus berani menerima tantangan hidup, bahkan rintangan yang mengancam, bukan pemberianNya melainkan karena perlawanan orang-orang yang menolak kebenaran. Lazarus tidak berbuat salah atau melanggar tata karma hidup social, tetapi dia menerima ancaman hidup karena iman kepercayaannya kepada Kristus.
Kita dapat membayangkan bahwa seusai Yesus bersantap bersama dan Maria meminyaki kakiNya, tiba-tiba banyaklah orang berkerumun, minimal berjalan mengitari rumah Lazarus, Maria dan Marta. Kehadiran Yesus memang mengundang perhatian banyak orang, bukan saja mereka yang hendak mendengakan sabdaNya, melainkan juga mereka yang melawanNya. Benarlah apa yang dikatakan Yesaya dalam bacaan pertama tadi: 'Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya'. Kelemahlembutan Yesus tidak hanya membuat orang terpesona memandangNya, melainkan juga mencampakkanNya. Sungguh benar nubuat Simeon: 'bahwa Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan' (Luk 2: 34).
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, Engkau berkunjung ke rumah Lazarus dan mendapatkan perlakukan istimewa, baik dari Maria ataupun Marta. Maria merundukkan diri di hadapanMu, karena dia tahu Engkaulah sang Empunya Kerajaan Surga. Namun kunjungan dan perhatianMu kepada mereka juga mendatangkan ancaman hidup bagi Lazarus. Inilah resiko yang harus diterima Lazarus karena pergaulannya dengan Dikau.
Kami merindukan keselamatan daripadaMu Yesus, tetapi ajarilah kami juga menerima kenyataan hidup, bila kami membiarkan diri setia kepadaMu sampai akhir hidup kami. Amin.
 
Contemplatio :
          'Orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening