Senin Oktaf Paskah, 9 April 2012


Kis 2: 14-32  +  Mzm 16  +  Mat 28: 8-15
 
 
 
Lectio: 
 
Maria Magdalena dan Maria yang lain segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."
Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa." Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.
 
 
Meditatio:
 
"Salam bagimu".
Sapaan Yesus yang memberikan kabar dan semangat sukacita kepada Maria Magdalena dan Maria yang lain yang baru pulang dari kubur. Yesus menyatakan diriNya bahwa Dia hidup. Mereka berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus tentang berita yang disampaikan oleh seorang malaikat kepada mereka. Dengan takut dan dengan sukacita yang besar mereka berdua hendak menyatakan kabar sukacita itu.
Kenapa tidak Yesus sendiri yang langsung menampakkan diri dan memberitakan bahwa Dia telah bangkit, mengapa Dia mengutus malaikat untuk memberitakannya? Kiranya memang perlu kesaksian orang lain untuk menyatakan berita sukacita ini. Namun lebih dari itu, kebangkitan Kristus bukanlah kemauan Yesus dan untuk kepentingan Diri sendiri. Yesus bangkit dari kubur sesuai dengan kehendak Tuhan Bapa di surge. Kebangkitan Yesus dari alam maut adalah program dan rencana Allah yang hendak menyelamatkan umat manusia.
"Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku", sambung Yesus. Yesus mengawali hidup dan karyaNya di daerah Galilea, dan bukannya di Yerusalem, kabar sukacita kebangkitan dan hidup baru juga hendak dimulaiNya di Galilea. Ternyata memang ada sesuatu yang indah dari Nazaret (Yoh 1: 46), di Galilea, tidak seperti prakiraan Natanael.
Mafia!
Betapa seringnya teriakan mafia bergulir dalam dunia hokum dan politik Indonesia. Dalam peristiwa Paskah pun, ada! Imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: "kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa".   Mereka mencoba mengalihkan kabar keselamatan. Mereka tidak segan-segannya menghadapi kehendak dan kemauan Tuhan dengan harta benda. Sejumlah uang hendak menutupi rencana dan kehendak Allah. Terlalu berani!  Dan tak jarang memang, uang lebih menarik daripada keselamatan. Para serdadu menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka; bukan kebenaran yang mereka wartakan. Pengalaman yang menggemparkan tidaklah menghantam mereka. 'Gempa bumi yang hebat terjadi,  seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju' (Mat 28: 2-3), yang telah mereka alami tidak membuat mereka tertarik kepada kebenaran dan keselamatan. Kekuasaan dan kekayaan memang lebih menakutkan daripada Tuhan Allah.
Merayakan Paskah berarti bersikap dan bertindak seperti Maria Magdalena dan Maria yang lain, dan bukannya seperti pada serdadu. Malahan kalau kita berani dan memang mempunyai karunia untuk berkata-kata, hendaknya kita mencontoh Petrus sebagaimana tersurat dalam bacaan pertama tadi. Petrus berkata: 'Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. Daud pun percaya bahwa Allah telah berjanji akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi".
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, Engkau hidup dan menampakkan diri kepada para muridMu. Kiranya kebangkitanMu yang membawa keselamatan ini lebih menarik bagi kami daripada hal-hal lain yang memberi kepuasan sesaat.
Yesus, bantulah kami untuk setia selalu kepadaMu. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Akulah kebangkitan dan kehidupan. Alleluia, Alleluia.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening