Senin Paskah III, 23 April 2012


Kis 6: 8-15  +  Mzm 119  +  Yoh 6: 22-29

 

 

 

 

Lectio: 

 

Pada suatu hari orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya. Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.

Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?" Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."

 

 

Meditatio:

 

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang".

Pedas kali teguran Yesus kepada orang-orang yang mencariNya. Sapaan mereka : "Guru, bilamana Engkau tiba di sini?" tidak meluluhkan hati Yesus untuk mengubah maksud baikNya. Karena apa? Karena Yesus tahu benar apa yang ada dalam hati orang-orang yang dikasihiNya. Mereka berhenti pada bentuk pemberian yang diberikan Yesus. Mereka tidak mau merasakan kasih pemberianNya. Mereka tidak mampu merasakan bahwa Allah Tuhan kita benar-benar memperhatikan mereka. Mereka mencari Yesus hanya karena telah terpuaskan lapar dan dahaga mereka. Mereka hanya sebatas mencari mukjizatNya. Namun Yesus tetap menerima mereka, walau tidak sesuai kehendakNya.

'Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya', pinta Yesus kepada para muridNya. Aneka mukjizat tidak membawa orang kepada kehidupan kekal, walau tak dapat disangkal aneka mukjizatNya memberikan semangat bagi setiap orang untuk semakin memberanikan diri mendekati Allah. Karena itulah, para murid diminta hendaknya tidak hanya mengejar dan mengejar mukjizat, melainkan menjumpai dan berbicang-bincang denganNya. Mukjizat itu mengenyangkan sesaat bagi orang-orang yang menerimanya.

'Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?', tanya banyak orang yang memang mulai menyadari sikap dan tindakan mereka yang hanya terpusatkan pada kepuasan diri yang sesaat itu. Ternyata ada hal lain yang mendatangkan sukacita, daripada sekedar belaskasihanNya.

'Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah', tegas Yesus kepada mereka semua, 'yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah'. Percaya kepada Yesus, Anak tunggal Bapa membuat kita kenyang, bukan oleh makanan yang dapat binasa, melainkan kenyang dengan makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal. Kepercayaan kepada Yesus Mesias mendatangkan rahmat dan berkat. 'Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya' (Yoh 11: 25-26). Kepercayaan akan Dia sang Empunya kehidupan akan memberi kesempatan bagi setiap orang untuk menikmati kasihkaruniaNya yang melimpah dan memberi jaminan hidup kekal.

Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Dia mampu melakukannya. Semuanya ini adalah kasih karunia yang dimilikinya berkat kepercayaan kepada Kristus Tuhan. Dalam pergaulan sehari-hari Stefanus pun menampakkan muka seorang malaikat. Inilah yang disyukuri dan dinikmatinya.

          Namun iman kepercayaannya tidak membebaskan diri dari sengatan matahari yang memancar untuk seluruh ciptaanNya. 'Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah. Orang ini terus-menerus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat, sebab kami telah mendengar dia mengatakan, bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merubuhkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita'. Inilah sengatan terik matahari yang diterimanya. Inilah kehidupan nyata.

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, kepercayaan kami kepadaMu amat berharga. Kepercayaan mendatangkan berkat dan terlebih memberikan jaminan hidup kekal, yakni boleh menikmati makanan yang memberi hidup abadi. Tambahkanlah iman kami kepadaMu ya Yesus, agar dalam kehidupan sehari-hari kami hanya mengandalkan sang Empunya kehidupan. Demikian juga tumbuhkanlah benih-benih kepercayaan ini dalam diri orang-orang yang belum mengenal Engkau. Amin.

 

 

Contemplatio :

           'Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening