Senin Paskah IV, 30 April 2012


Kis 11: 1-18  +  Mzm 42  +  Yoh 10: 1-10

 

 

 

 

Lectio: 

 

Sabda Yesus kepada para muridNya: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal." Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.

Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan".

 

 

Meditatio:

 

Kembali hari ini Yesus menyatakan sebuah perumpaman yang benar-benar bagus.

Gembala domba yang baik adalah seorang yang masuk ke dalam kandang domba dengan melalui pintu dan suaranya dikenal baik oleh domba-dombanya. Dia tidak akan memanjat tembok, sebagaimana dilakukan oleh para pencuri dan perampok; karena memang mereka bukan sang pemilik atau penjaga dari domba-domba yang ada. Sebaliknya, setiap hari sang pemilik atau penjaga akan memanggil domba-dombanya, masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia akan berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.  Gembala mengenal satu per satu domba-dombanya, dan sebaliknya domba-domba mengenal suara sang gembala.

Demikian tentunya di waktu petang, sang gembala akan kembali memasukkan domba-domba dengan melalui pintu yang satu dan sama. Dia tentunya akan melihat dan melihat domba-dombanya, dia akan mengabsensi mereka. Misalnya dia 'mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, ia pasti akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di kandang dan pergi mencari yang sesat itu?' (bdk. Mat 18: 12). Inilah gembala yang menaruh perhatian kepada domba-dombanya.

'Aku berkata kepadamu', tegas Yesus dalam Injil hari ini, 'sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput'.  Yesus memberi jaminan bahwa Dialah Pintu yang memberikan keselamatan. Dialah Pintu yang hanya dipakai oleh para gembala yang baik mengarahkan kepada padang rumput agar domba-domba mendapatkan rumput yang hijau. Dia adalah Pintu masuk, karena memang hanya melalui Dia orang dapat sampai kepada Bapa (Yoh 14: 6). Dialah Pintu ke luar, karena segala rencana perjalanan dapat berjalan baik dan akan 'sampai ke pantai yang dituju' (Yoh 6: 21).

Yesus menjadi Pintu kehidupan, karena memang itulah kehendak Bapa di surge, agar semua manusia selamat. 'Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan', tegas Yesus menyatakan tugas perutusanNya. Dia datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya, tidak seperti 'semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka, sebab mereka datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan'. Mereka yang membinasakan itu seperti 'si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap; demikian juga si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya' (Kis 5: 36-37).

'Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan'. Penyataan Yesus ini berlaku bagi seluruh umat manusia, dan bukannya bangsa atau komunitas tertentu. Dia menjadi pintu bagi semua orang untuk menikmati keselamatan. Petrus, sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama menangkap baik maksud Yesus itu. Petrus yakin sungguh akan penyataan itu dan tanpa gentar mengungkapkan  dan menceritakan pengalamannya kepada orang-orang yang ada di sekitarnya ketika dia harus bergaul dengan bangsa-bangsa asing; dan mereka yang mendengarkannya dibuatnya yakin bersamanya, sembari berseru: 'jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup'.

Kiranya Injil hari ini semakin menguatkan kita, bila Yesus membuka tangan selebar-lebarnya kepada para pumungut cukai dan orang-orang berdosa, karena memang Dialah Pintu yang menghantar kawanan domba kepada padang rumput yang hijau.

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, Engkaulah Pintu kehidupan bagi kami semua. Semoga kami berani masuk dan keluar hanya melalui Engkau, sebab hanya Engkaulah yang memberi kehidupan dan keselamatan bagi semua orang. Tuhan, berkatilah kami selalu. Amin.

 

 

Contemplatio :

          'Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening