Hari Raya Kenaikan Isa al Masih, 17 Mei 2012



Kis 11: 1-11  +  Ef 4: 1-13  +  Mrk 16: 15-20

 

 

 

 

Lectio

 

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

 

Meditatio:

'Terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah'.

Inilah catatan singkat yang diberikan Markus berkenaan dengan kenaikan Yesus Kristus, a Masih. Sebuah peristiwa yang biasa dan sederhana, tidak menggemparkan dan menakjubkan para murid, tetapi saat inilah Yesus memenuhi janjiNya: 'Aku pergi kepada Bapa' (Yoh 14: 28).

Mungkin ada perasaan berat, tetapi para murid sepertinya berusaha memahami maksud dan kemauan Allah yang memang hendak menyelamatkan seluruh umat manusia. 'Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita' dengan kepergianKu ini. Penegasan Yesus inilah yang meneguhkan para murid. Sebab memang Dia tidak pergi untuk selamanya; 'Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada' (Yoh 14: 3.18). Inilah janji Yesus yang membuat hati bersukacita dan diliputi harapan yang kuat. Dan dalam penantianNya itu, sang Putera juga mengutus Roh Kudus, Roh kebenaran, 'yang  menyertai kamu selama-lamanya' (Yoh 14: 16-17).

Hanya karena kasih kepada Kristus, para murid menanggapi terangkatNya Yesus ke surga dengan sukacita. Sukacita itu mereka tunjukkan dengan 'pergi memberitakan Injil ke segala penjuru'; mereka tidak takut dan gentar, karena 'Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya'.

Ada dua hal yang menarik, dan selalu ditanyakan banyak orang.

Pertama, mengapa mereka mewartakan Injil?

Mereka pergi mewartakan Injil, karena memang itulah permintaan Yesus sendiri. 'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum'. Inilah penegasan Yesus. Tuhan Allah menhendaki semua orang beroleh selamat, dan tidak satu pun yang binasa. Bagaimana dengan mereka yang tidak satu agama dengan kita? Itu urusan Tuhan Allah. Hanya Tuhan Allah yang mengenal iman mereka masing-masing (DSA 7).

Kedua, berkenaan dengan tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya, masih berlangsungkah kuasa-kuasa itu?

Benar, dan memang kuasa itu masih ada: kuasa untuk mengusir setan-setan, berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru, kuasa untuk memegang ular, sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; kuasa untuk meletakkan tangannya atas orang sakit dan orang itu akan sembuh.

Memang tak dapat disangkal, tidak semua orang menerima karunia yang indah dan penuh kuasa itu, tetapi kiranya Roh yang satu dan sama juga menggerakkan setiap orang untuk berani menolak kuasa kejahatan dan pengendalian diri, keberanian untuk memanggul salib dalam hidup keseharian, keberanian untuk berbagi kasih dalam komunikasi aktif dengan semua orang tanpa memandang muka, asal usul, agama dan budaya, dalam kunjungan kepada mereka yang sakit dan menderita. Dengan gaya bahasa yang khas Paulus menuliskan dalam bacaan pertama tadi, bahwa semuanya itu diberikan Allah 'kepada kita masing-masing menurut ukuran pemberian Kristus'. Ini berarti yang satu menerima berbeda dengan lainnya, yang memang semuanya diberikan 'untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus'.

Kiranya hari raya kenaikan Isa Al Masih meneguhkan iman kepercayaan kita, bahwa Kristus itu Tuhan. Sungguh benarlah: 'tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia' (Yoh 3: 13), dan kini telah 'duduk di sebelah kanan Allah'.  

Sembari kita tunjukkan bahwa kita semua adalah orang-orang yang percaya dan setia kepadaNya, sebagaimana diminta Paulus dalam bacaan pertama tadi: 'hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu; dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua'. Gereja harus menyatakan diri sebagai komunitas orang-orang yang diselamatkan, yang bersama komunitas-komunitas lain dalam mewujudkan Kerajaan Allah.

 

 

Oratio :

 

Yesus, teguhkanlah hidup kami, bahwasannya kami kelak juga boleh bersatu dengan Dikau dalam kemuliaan surgawi. Semoga hari raya hari ini meneguhkan kami untuk selalu berharap kepadaMu bahwa Engkau akan mengijinkan kami tinggal bersamaMu di mana Engkau berada. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

          'Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening