Hari Raya Pentakosta, 27 Mei 2012

Kis 2: 1-11  + Gal 5: 16-22  +  Yoh 15: 26-26; 16: 12-15

 

 

 

 

Lectio

 

Yesus berkata: 'jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku."

 

 

Meditatio:

'Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus'.

Inilah peristiwa Pentakosta yang terjadi pada Gereja perdana. Peristiwa yang menggemparkan banyak orang. Pada waktu itu ada suatu bunyi seperti tiupan angin keras, ada lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan para murid berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain. Sungguh menggemparkan dan menakjubkan.

Pada hari raya Pentakosta yang kita rayakan setiap tahun di hari kelimapuluh pada masa Paskah ini tidak dimaksudkan kita merindukan peristiwa semacam itu terjadi lagi. Walau tak dapat disangkal ada banyak orang yang mengartikan peristiwa Pentakosta terjadi bila ada orang-orang berbahasa roh, bernubuat dan rebah ke tanah. Mereka begitu bangga sekedar menerima kharisma atau karunia. Ada yang lebih indah yang harus lebih diharapkan dan disyukuri.

Pada hari raya Pentakosta ini, pertama-tama, kita diingatkan akan peran Roh Kudus, sebagaimana dikatakan Injil hari ini, bahwasannya 'apabila Roh Kudus, Roh Kebenaran datang, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang'. Roh Kudus akan membimbing setiap orang untuk semakin berani mengenal kebenaran, misteri tentang Allah. Roh Allah yang akan membuka pikiran dan hati setiap orang, karena memang Dia Tuhan 'tidak lagi memakai bahasa kiasan' (Yoh 16: 29). 'Kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah' (Yoh 16: 30); kepercayaan inilah yang akan ditumbuhkembangkan oleh RohNya yang kudus. Kehadiran Roh Kudus dalam diri seseorang akan membuat dia semakin mengenal Allah.

Kedua, di hari raya Pentakosta ini, kita diingatkan 'agar hidup kita semakin dipimpin oleh Roh Kudus', sebagaimana dikatakan dalam bacaan kedua tadi; dan kalau kita membiarkan dipimpin olehNya, 'buah-buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri' semakin tampak dalam hidup keseharian kita. Inilah yang menjadi inti dari perayaan Pentakosta, agar kita semakin menyadari peran Roh Kudus yang membimbing kita. Inilah hidup baru dalam Roh. 'Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging, karena keduanya bertentangan, sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki'.

Ada yang lebih indah yang harus lebih kita harapkan dan kita syukuri. Apa itu? Hidup dalam Roh, dan itu tampak dalam 'buah-buahNya yakni: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri'. Inilah yang harus kita harapkan dan kita rindukan, dan bukannya berhenti pada kharisma-kharisma. Tidaklah dilarang kita memang meminta aneka kharisma yang memperkaya Gereja, tetapi kiranya kita berani juga 'berusaha untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama' (1Kor 12: 31), dan Paulus telah menunjukkan jalan yang lebih utama lagi. 'Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging, seperti: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya'.

Paulus menambahkan: 'barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, yakni keinginan-keinginan daging, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah'.

 

 

 

Oratio :

 

Yesus, Engkau mengingatkan akan makna Pentakosta bagi hidup kami. Engkau pun mengajak kami untuk berani meminta yang lebih indah bagi hidup kami dan mendatangkan keselamatan. 

Ya Tuhan Yesus, kuasailah kami dengan Roh KudusMu, dan jadikanlah kami menjadi orang-orang yang berselera tinggi dalam hidup ini. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Hiduplah dalam Roh'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening