Jumat Paskah VI, 18 Mei 2012

Kis 18: 9-18  +  Mzm 47  +  Yoh 16: 20-23

 

 

 

Lectio

 

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku'.

 

Meditatio:

'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita'.

Penyataan inilah yang disampaikan Tuhan Yesus sebelum Dia terangkat ke surga. Sebuah penyataan yang memang sungguh-sungguh memberi peneguhan untuk bersabar dalam penantian dan pengharapan. Habis gelap, terbitlah terang. Sebuah malam gelap yang memang harus dilewati seseorang untuk mendapatkan sukacita. Bagai 'seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia'. Sakit yang memang tidak bisa dihindari, malahan harus berjuang untuk mengatasinya. Sakit yang harus dialami oleh seorang ibu yang hendak melahirkan. 'Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu', tegas Yesus. Bukankah 'apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada' (Yoh 14: 3). Sukacita dan damai itulah yng harus menjadi dambaan bagi setiap orang dan bukannya sakit yang harus dialami.

'Pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku'. Para murid pasti tidak akan menanyakan apa-apa lagi, karena memang sukacita mereka penuh. Yesus juga menambahkan: 'sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku'.

Di malam gelap inilah, jujur saja kita sering tidak berdaya. Kita tidak mampu melakukan sesuatu dengan baik dan menyenangkan. Tidak ada kenyamanan hidup, sebaliknya kita dibuatnya gelisah dan kuatir. Sakitnya seseorang yang hendak melahirkan ada batasnya, tetapi dalam malam gelap ini duka dan sengsara begitu berkepanjangan. Itulah pembelaan diri yang sering muncul.'Segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku',  tidak juga terpenuhi. Malam terasa lebih panjang, dan semakin panjang.

Di saat inilah kemauan untuk mengamini iman kepercayaan harus berkumandang. Iman yang ditabur dan ditanamkan hendaknya segera berbuah, bila memang kita mau menggemburkan tanah kehidupan yang kita miliki. Aneka tantangan hari demi hari akan bertambah, tetapi kiranya kita tidak memperhitungnya bagaikan tetesan hujan yang dari atap, tetes demi tetes, sebaliknya kita harus berani melihatnya sebagai musik alam yang ritmenya amat bergantung dengan guyuran air hujan yang turun. Terasa indah karena alam yang bermain.

 

 

Oratio :

 

Yesus, teguhkanlah hidup kami, bahwasannya kami kelak juga boleh bersatu dengan Dikau dalam kemuliaan surgawi. Namun tak jarang kami amat lemah dalam pengharapan, kami tidak tahan dengan malam gelap yang sering mendatangi kami, malahan kami dengan mudahnya membanding-bandingkan orang lain dengan diri kami.

Yesus semangtilah kami yang mudah jatuh dalam dosa ini. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

          'Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening