KamisPaskah V, 10 Mei 2012

Kis 15: 7-21 + Mzm 96 + Yoh 15: 9-11



Lectio :

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'sama seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh'.



Meditatio :

'Sama seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu', tegas Yesus kepada para muridNya. Yesus membagi kasih, yang diterima dari Bapa kepada para muridNya. Bukan dengan wujud kasih yang berbeda, melainkan sama persis yang dialamiNya sendiri dari Bapa. Seberapa besar dan seindah apa kasih yang dinikmatiNya dari Bapa itulah, yang dibagikanNya kepada para muridNya. Yesus tidak menambah dan tidak menguranginya; sebagaimana Bapa mengasihiNya itulah yang dibagikanNya kepada para muridNya. Yesus mengajak para muridNya, kita semua, untuk mempunyai kasih, sebagaimana yang ditunjukkan Bapa kepadaNya, yang memberi hujan kepada semua orang tanpa terkecuali, entah mereka yang bertindak baik atau pun jahat (Mat 5). Yesus mengajak para muridnya masuk dalam lingkaran kasih Bapa. Semuanya yang dinikmati oleh Yesus akan dinikmati oleh para muridNya, oleh kita semua, bila kita berani 'tinggal di dalam kasihNya itu'. Karena memang itulah kehendak dan kemauan Tuhan Yesus sendiri: 'tinggallah dalam kasihKu selalu'.

Bagaimana cara tinggal dalam kasihNya? Apakah hanya dengan mengingat segala kasihNya yang telah diberikan kepada kita?

Satu-satunya cara yang disampaikan Yesus adalah dengan berani melakukan perintah dan kehendaknya. Itulah yang dikatakan Yesus tadi: 'jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku'. Tinggal dalam kasih Yesus, bukan dengan berangan-angan, melainkan dengan tindakan dan perbuatan kongkrit. Fell good, by good. Ini bukan teori atau rumusan, tetapi sebuah kenyataan hidup. Yesus meminta kita melakukan perintah-perintahNya, 'seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya'.

Permintaan Yesus agar kita tinggal dalam kasihNya dan melaksanakan segala perintahNya, tidak lain dan tidak bukan, agar kita mendapatkan kepenuhan sukacita. Sukacita insani dan sekaligus yang bersifat illahi, sebagaimana ditegaskanNya tadi, bahwa: 'semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh'.

Kita semua beroleh kesempatan untuk tinggal dalam kasihNya, memang karena itulah kehendakNya, agar semua orang beroleh keselamatan, sebagaimana kita baca dalam bacaan pertama tadi. 'Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman. Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga'.

Sukacita yang penuh! Berarti sukacita lahir batin, dan bukan itu saja, melainkan sukacita yang bersifat kekal abadi, yang tidak berlaku sesaat dan sekarang di mana kita berada, melainkan berlangsung seterusnya di manapun kita berada. Semuanya biasa terjadi karena memang sukacita itu pemberian Kristus sendiri, sukacita yang dimililikiNya. Itulah yang dikatakan tadi: 'supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh'.

Kiranya kita berani segera memastikan untuk berani menikmati sukacita ilahi, sukacita yang dimiliki Yesus, menjadi milik kita.



Oratio :

Tuhan Yesus, bantulah kami untuk berani tinggal dalam kasihMu dengan melaksanakan perintah-perintahMu. Sebab hanya dengan melakukannya kami dapat merasakannya. Tidak cukup hanya dengan membayangkannya, melainkan benar-benar melaksanakannya dalam hidup sehari-hari. Tuhan Yesus bantulah kami yang lemah ini. Amin.



Contemplatio :

'Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku'.













Contemplatio :



'Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku'.


Oremus inter nos

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening