Minggu Paskah V, 6 Mei 2012


Kis 9: 26-31  +  1Yoh 3: 18-24  +  Yoh 15: 1-8

 

 

 

 

Lectio

 

Suatu hari Yesus berkatalah Yesus kepada para muridNya: 'Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.

Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

 

Meditatio:

 

'Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah'.

Inilah relasi kehidupan yang ditunjukkan oleh Yesus kepada kita. Yesuslah Pokok Anggur yang memang ditanam oleh Bapa di surga. Yesus adalah milik Allah Bapa, karena memang Bapalah sang Pengusaha. Dia sang Pemilik segalanya. Dia, Bapa di surga, sungguh berkepentingan dengan kehidupan. Dia mengharapkan kehidupan yang dimilikiNya itu tumbuh dan berkembang; bukan demi diriNya sendiri, tetapi demi mereka yang menikmati kehidupan. Karena itu, 'setiap ranting pada Pokok Anggur yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah'. Bapa mempunyai kepentingan akan kehidupan, Dia tunjukkan dengan berani merawat ranting-ranting, yang harus berbuah tadi, dengan memberikan pupuk sabda,  yang membersihkan dan menyuburkan. Itulah maksud Yesus yang mengatakan: 'kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu'. Yesus tidak hanya mengharapkan hasil yang melimpah, tetapi juga memberikan bekal kepada umatNya.

Allah menghendaki kehidupan, demikian juga kita yang menghendaki hidup yang lebih baik dan lebih baik. Ada titik temu dalam karya keselamatan ini. Sang Pengusaha, melalui Yesus Kristus sang Pokok Anggur mengundang kita: 'tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu'. Yesus meminta agar kita berani tinggal di dalam Dia, dan Dia  tinggal dalam kita. Sebab hanya tinggal dalam sang Pokok kehidupan, kita akan berbuah, bahkan berbuah banyak, sebab di luar Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar, tegas Yesus. Kita pasti dapat membayangkan lukisan indah yang diberikan Yesus berkenaan dengan Pokok Anggur dan ranting-rantingNya ini.

Bila kita tinggal dalam Dia, sang Pokok Anggur, selain kita hidup dan banyak berbuah, pertama,  'firman-Ku tinggal di dalam kamu', tegas Yesus. Bila kita dikuasai oleh firmanNya, berarti Kristus hidup dalam diri kita, hidup kita dikuasai dan dibimbing oleh Kristus, sehingga bukan kita sendiri yang hidup dalam diri kita, melainkan Kristuslah yang hidup dalam diri kita (Gal 2: 20). Kedua, bila kita tinggal dalam Dia, apa saja yang kita minta akan mendapatkan perhatianNya; 'mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya'. Inilah kenyaman hidup dalam Dia, sang Pokok Anggur. Apakah kita berani berkata: permintaanku jarang dikabulkan karena memang aku kurang berani tinggal dalam Dia?

Jikalau  kita berbuah banyak, barulah kita bisa dikatakan bahwa kita mempermuliakan Bapa. Kita bukan saja sebagai pendengar saja, melainkan juga pelaksana-pelaksana sabda; jikalau  kita berbuah banyak pada sat itulah kita layak disebut murid-murid Kristus. Murid-murid Kristus adalah orang-orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.

Ranting-ranting harus menghasilkan banyak buah itulah yang diminta sang Pengusaha kebun anggur. Menghasilkan buah mengandaikan ada sesuatu yang keluar dari diri, ada yang dapat dirasakan oleh orang lain. Demikian bila kita mengakui tinggal dalam Yesus berarti ada yang dapat dirasakan oleh orang lain, ada yang keluar dari dalam diri kita. Bacaan kedua menegaskan kepada kita bahwa: tinggal bersama dalam Dia itu 'bukanlah hanya dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan'; kita harus melaksanakan perintah-perintah yang dikehendakiNya. Secara tegas Yohanes dalam suratnya pertama itu menyatakan 'barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia; dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita'. Kita tinggal dalam Allah, bukan ketika kita mendapatkan anugerahNya, melainkan ketika melakukan perintah-perintahNya.

Ingat: Allah diam dalam diri kita itu sama artinya dengan Kristus tinggal dalam diri kita, atau firmanNya tinggal dalam diri kita, ataupun RohNya ada dalam diri kita. Semua pengertian itu sama artinya, hanya cara pengungkapan yang berbeda. Tanggapilah dengan senyum bila ada orang yang dengan keras mengatakan bahwa pemahaman itu mempunyai pengertian yang berbeda. Tanggapilah dengan senyum karena dia tidak mengerti apa yang dia ucapkan.

 

Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus, Engkaulah Pokok Anggur yang benar dan kami ini ranting-rantingNya. Ajarilah kami ya Yesus untuk selalu berani tinggal dalam Engkau, agar Engkau ada dalam diri kami. Sebab hanya dalam Dikaulah, kami hidup dan ada; hanya dalam Engkau kami dapat berkarya dengan baik dan membuahkan hasil, bagi diri kami sendiri, bagi keluarga dan bagi orang-orang yang ada di sekitar kami.

Yesus tinggallah dalam diri kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

          'Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening