Minggu Paskah VI, 13 Mei 2012


Kis 10: 25-48 + 1Yoh 4: 7-10 +  Yoh 15: 9-17



Lectio :

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'sama seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."




Meditatio :

Bacaan-bacaan yang kita dengarkan pada hari Minggu ini sungguh-sungguh mengingatkan kita akan kasih Allah. Betapa besar kasih Allah kepada kita umatNya.

Pertama, kita diingatkan akan misteri Allah yang menyelamatkan umat manusia, yang memang semuanya itu dikerjakan oleh kehendak dan kemauan Allah, dan bukannya jasa baik kita umatNya. 'Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita'. Semuanya dikerjakan dan dimulai oleh Allah, sebab Allah itu adalah Kasih. Itulah yang dikatakan Yohanes dalam bacaan kedua tadi.

Kedua, Yesus sendiri sebagai seorang pribadi pelaksana sabda Allah sungguh menyadari kasihNya itu; dan itulah yang hendak selalu dibagikanNya kepada semua orang. 'Sama seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu'. Yesus mengundang setiap orang untuk menikmati kasih Allah yang memang membahagiakan dan menyelamatkan itu. 'Tinggallah di dalam kasih-Ku itu', pinta Yesus kepada kita semua para muridNya.

Ketiga, untuk mendapatkan rejeki seseorang memang harus berani bekerja, demikianlah untuk tinggal dalam kasihNya itu. 'Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya'. Yesus mengajarkan hal ini, karena memang Dia telah melakukan dan melakukan apa yang diketahuiNya. Dia tinggal dalam kasih Bapa, karena memang Dia sungguh-sungguh melaksanakan kehendak Bapa. 'Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya' (Yoh 4: 34). Melaksanakan kehendak Bapa, bukanlah suatu beban, melainkan sebuah kebutuhan hidup.

Keempat, perintah yang mana?  'Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu'. Inilah perintah Yesus yang harus kita lakukan, agar kita tinggal dalam kasihNya. Kita Akan tinggal dalam kasihNya, kalau memang kita berani mewujudkan kasihNya itu dalam kebersamaan hidup ini. Inilah kenyataan hidup yang diminta Yesus dari kita: kita diminta mengalami kasihNya secara nyata dalam diri sesama, bukan hanya dalam doa dan pengajaran, tetapi dalam hidup konkrit sehari-hari. 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku' (Mat 25: 40).

Kelima, sejauhmana kita harus melakukan kasih itu? Sebesar apa kasih yang harus kita lakukan? 'Tidak ada kasihNya yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya'. Kasih inilah yang disampaikan kepada kita; kasih inilah yang hendaknya kita lakukan sebagai sahabat-sahabatNya. Kasih yang agung dan  mulia itu, yang kita terima daripadaNya, maka sedemikian juga kasih yang harus kita bagikan kepada sesame.

Keenam, apa yang dapat kerjakan? Kita lakukan segala yang diminta Yesus. Bukankah kita telah diangkat menjadi sahabat-sahabatNya. 'Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu'. Sungguh jelas permintaanNya kepada kita. Malahan secara lebih tajam lagi Yohanes menyatakan dalam bacaan kedua tadi: 'saudara-saudariku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih'. Mengikuti Yesus tidak cukup dengan fasih mendaraskan mazmur dan bermeditasi, tidak cukup hanya dengan lancar berbahasa roh dan bernubuat, dan aktif dalam aneka gerakan sosial. Mengikuti Yesus berarti melakukan kehendakNya, yaitu: 'supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu'.  




Oratio :

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami selalu untk berani berbagi kasih dengan sesama kami, agar kami semakin mampu mengalami kehadiranMu yang menyelamatkan, bukan saja ketika kami berkanjang dalam doa, tetapi dalam hidup kami sehari-hari. Yesus bantulah kami yang seringkali egois dan pelit dalam berbagi kasih. Amin.





Contemplatio :

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah.








Oremus inter nos

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening