Minggu Paskah VII, 20 Mei 2012

Kis 1: 15-26  +  1Yoh 4: 11-16  +  Yoh 17: 11-19

 

 

 

 

Lectio

 

Dalam doaNya Yesus berseru: 'ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.

Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.

 

Meditatio:

'Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita'.

Itulah doa Yesus kepada Bapa di surga. Doa yang menghendaki agar kita selalu bersatu padu, karena memang Dia telah menyatukan para murid, menyatukan kita semua dalam kasihNya, dalam bimbingan dan penggembalaanNya. 'Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa'. Yesus menjaga dan memelihara orang-orang yang percaya kepadaNya, mereka yang mengikutiNya. Pantaslah memang selama ini para murid tidak pernah meminta suatupun dari Bapa, sebagaimana kita renungkan kemarin, karena Yesus menjaga dan memelihara mereka. Yesus membuat hidup ini berkelimpahan. Dalam kasih Yesus tidak berkekurangan.

Itulah kemauan dan kebaikan Yesus. Permintaan agar semua orang tinggal selalu dalam kasihNya inilah yang dimaksudkan dalam doaNya tadi, agar kita semua satu. Bersatu padu tidaklah dimaksudkan agar kita selalu bergerombol pergi ke sana ke mari. Menikmati kasihNya, dan saling berbagi kasih itulah yang dimaksudkan kita menjadi satu. Dalam Yesus kita beroleh selamat.

Nama Yesus itulah 'yang telah Engkau berikan kepada-Ku', dan nama itu begitu indah. Yesus yang artinya Allah menyelamatkan.

Yohanes dalam bacaan kedua mengingatkan kita, bahwa keberanian kita tinggal dalam kasihNya memang menjadi tanda bahwa kita sungguh-sungguh mengenal Allah. 'Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia'.

Namun kiranya harus semakin kita mengerti juga, bahwa: tinggal dalam kasih Yesus, bukan dimaksudkan untuk memanjakan kita umatNya. Allah mengasihi, tetapi tidak pernah mau memanjakan kita. 'Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia'. Penyataan Yesus ini mengingatkan kita bahwa segala tantangan dan rintangan akan tetap dialami oleh setiap orang yang percaya kepadaNya, apalagi kita bukan dari dunia; Yesus tidak menghendaki kita lepas dan bebas dari dunia, sebaliknya Dia malahan memohon agar Bapa tetap  melindungi kita dari yang jahat. Yesus menaruh hati kepada umatNya, tetapi tidak memanjakannya sedikitpun.

Contoh konkrit dalam perkembangan dunia telekomunikasi dewasa ini. Mau tidak mau, suka atau tidak, kita harus berhadapan dengan pesatnya perkembangan media komunikasi. Kita harus berani berhadapan dengan kenyataan yang ada di luar komunitas kita; kita harus berani mendengarnya, melihatnya dan menikmatinya. Tanpa mencari dan memintanya, kita mendapat dan mendapatkan aneka informasi. Kiranya pesan Sri Paus di Hari Komunikasi sedunia 2012, yang menekankan pentingnya relasi keheningan dan kata-kata, semakin membuat berani kita merasakan perlindungan dan penyertaanNya dalam menikmati dunia ini; hanya seorang kontemplatif yang akan mampu menghadapi dunia yang semakin komunikatif ini.

'Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran'. Yesus tidak saja meminta Bapa untuk melindungi kita; Dia sendiri juga menguduskan diri demi kita. Yesus sungguh baik!

 

 

Oratio :

 

Tuhan Yesus, Engkau menghendaki kami menjadi satu, sebagaimana Engkau sendiri bersama Bapa adalah satu. Satu dalam menikmati kasihMu. Satu dalam berbagi kasihMu.

Yesus, bantulah kami juga untuk mampu menjadi seorang kontemplatif dalam menikmati dunia yang semakin global dan komunikatif ini, sehingga kami mampu menikmati keheningan dalam kata-kata sebagaimana Engkau pesankan melalui sri paus kami, Benediktus XVI.  Amin.

 

 

 

Contemplatio :

          'Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening