Pesta Santo Matias, 14 Mei 2012

Kis 1: 15-26 + Mzm 113 +  Yoh 15: 9-17





Lectio :

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'sama seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."



Meditatio :

Beberapa hari ini kita dengarkan Injil yang satu dan sama ini. Ada banyak hal yang dapat kita ambil sebagai permenungan. Satu dua hal yang hendak kita ulang kembali adalah pesan Yesus untuk tinggal selalu di dalam kasihNya, yang mana tinggal di dalam kasihNya hanya dapat kita rasakan sejauh kita berani melaksakan perintah-perintahNya. 'Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya'.


Sepertinya sulit kita merasakan kasih Kristus, kalau kita tidak melaksanakan perintahNya. Kita dapat merasakan atmosfir pendidikan di mana kita belajar, bila memang kita mengikuti program-didik yang disampaikan kepada kita, kita mengikuti aturan main yang ditargetkan dalam almamater yang bersangkutan. Demikian juga dalam menikmati kasih Kristus, yang dengan rendah hati Yesus sendiri mengakui bahwa Dia mengalami kasih Bapa, karena Dia juga melakukan perintahNya Dia yang mengutusNya, kita diminta melakukan perintahNya.


PerintahNya yang mana? 'Inilah perintah-Ku kepadamu: kasihilah seorang akan yang lain'. Yesus yang meminta para murid tinggal dalam kasihNya, mengajarkan hokum kasih, dan bukan perintahNya yang lain. Fell good by good, merasakan yang baik, hanya bisa terlaksana kalau kita melakukan yang baik. Sekaligus Yesus menunjukkan adanya kesinambungan erat yang tak dapat dipisahkan antara kasih akan Allah dan kasih terhadap sesama. 'Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya' (1Yoh 4: 20).

Kiranya pesta santo Matias juga mengingatkan kita bila kita selalu tinggal bersama dengan Dia, melakukan perintahNya yakni saling mengasihi akan semakin memampukan kita menjadi orang-orang terpilih, sebagaimana dialami Matias sendiri. Matias terpilih menjadi rasul karena telah memenuhi persyaratan yang ditentukan, yakni: dia 'yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami'.

 

Tinggal bersama mereka para rasul? Ya benar, tinggal bersama para murid yang memang pada waktu itu tinggal dalam kendali Yesus, yang tentunya mereka tinggal dalam kasih Yesus, tinggal dalam pantauan hati Yesus sendiri. Tinggal bersama mereka inilah yang memungkinkan Matias mendapatkan tugas yang lebih mulia: sebagai anggota para rasul. Matias menikmati kasih karunia yang lebih besar daripada Barsabas, sahabatnya, 'sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih' (Mat 22: 14).

 

Tinggal dalam kasihNya, melaksanakan perintahNya yakni saling mengasihi satu sama lain akan memungkinkan setiap orang menikmati kasih karunia yang lebih indah dan lebih indah lagi, karena dia mengutamakan kehendak dan kemauan Allah daripada kemauan diri sendiri.

 

Mari kita usahakan.





Oratio :

Ya Yesus, semoga kasih persaudaraan yang kami alami dalam keluarga dan komunitas kami semakin hari semakin berkembang, sehingga di tengah-tengah keluarga dan komunitas kami setiap orang dapat mengalami kasihMu sendiri yang memberi penghiburan dan sukacita;  demikian juga setiap orang yang bertama ke rumah kami mengalami limpahan kasihMu. 

Santo Matias, doakanlah kami. Amin.



Contemplatio :

Tinggallah dalam kasihKu.




 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening