Rabu Paskah IV, 2 Mei 2012


Kis 12:24 – 13:5  +  Mzm 67  +  Yoh 12: 44-50

 

 

 

 

Lectio: 

 

Suatu hari bersabdalah  Yesus: 'barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.

Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku'.

 

Meditatio:

 

Yesus menyampaikan dua hal kepada kita hari ini.

Pertama,  Yesus menegaskan: 'barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku'. karena apa? Karena Yesus dan Bapa adalah satu, sebagaimana kita renungkan kemarin. 'Aku dan Bapa adalah satu' (Yoh 10: 30), tegas Yesus; demikian juga 'barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku', karena memang Bapa ada dalam Dia dan Dia ada dalam Bapa. Itulah yang nanti juga akan dipersoalkan oleh Filipus dalam pengalaman hidupnya, walau dia telah lama berkumpul dengan Yesus. Berkumpul bersama memang tidak cukup hanya secara fisik, relasi jiwa dan kesatuan hati kiranya menjadi prasyarat yang menentukan, agar dia ada dalam saya, dan saya ada dalam dia; demikianlah relasi kita dengan Yesus.

          Percaya kepada Yesus berarti percaya sabda dan kehendak Dia, yang mengutusNya, sebab sang Putera adalah pelaku utama kehendak Bapa di surge. Karena itu Yesus juga menyatakan: 'Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku'. Karya perutusan sang Putera tidak menjauhkan Dia dari kasih Bapa, karena memang Dialah firman Allah yang hidup. Percaya kepada Dia berarti percaya akan sabdaNya.

Karena itu, kedua, 'barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima dan tidak melakukan perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman', tegas Yesus. Sebab bagaimana seseorang akan melakukan sabdaNya, kalau memang dia tidak percaya kepada sang Empunya kehidupan. Inilah kepercayaan kepada Yesus: saya percaya kepadaNya berarti saya menerima sabda dan kehendakNya, dan juga melaksanakannya. Orang yang percaya kepada Kristus, bukanlah sebatas pendengar sabda, melainkan mendengar dan melaksanakan kehendakNya.

          Mereka, yang tidak mendengarkan sabda sukacita dan tidak mengarahkan pada hidup kekal, otomatis akan melakukan segala, yang bertentangan dengan kebaikan, dan mendatangkan kebinasaan. Otomatis, karena tidak mungkin orang meletakan kedua kakinya dalam posisi yang berbeda. Ketidakmauan orang untuk mendengarkan sabdaNya akan menghukum dirinya sendiri dalam kebinasaan.  Firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.  Inilah tugas perutusan Kristus. Kiranya penyataan Yesus ini sungguh-sungguh menegaskan kepada kita bahwa pilihan yang sudah kita jatuhkan kepada Kristus sungguh tepat dan benar; kita tidak berada dalam jalur yang salah. Kepercayaan inilah yang juga diwartakan para murid pergi ke pelbagai daerah, sebagaimana diceritakan dalama bacaan pertama tadi.

 

Oratio :

 

Tuhan Yesus, Engkaulah sabda Bapa yang menjadi Manusia, sama seperti kami. Kami mohon kepadaMu, ya Yesus, agar kami semakin berani mendengarkan sabda dan kehendakMu, karena memang kami orang-orang yang percaya kepadaMu.

Ya Tuhan Yesus, buatlah kami rajin membaca Kitab Suci, karena memang dari situlah kami dapat mengenal Engkau dengan benar. 

Santo Atanasius, doakanlah kami.  Amin.

 

 

Contemplatio :

          'Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening