Rabu Paskah V, 9 Mei 2012

Kis 15: 1-6 + Mzm 122 + Yoh 15: 1-6





Lectio :

Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."



Meditatio :

Injil, yang kita dengar hari Minggu kemarin, kita dengar kembali hari ini. Perumpaan yang dikemukakan Yesus sungguh menarik; sebuah perumpamaan yang menyatakan hubungan Kristus dengan kita umatNya. Yesus Pokok Anggur dan kita ranting-rantingNya. Jika lepas daripadaNya kita tidak dapat berbuat apa-apa, tetapi sebaliknya jika kita hidup dalam Dia, kita menempel erat dengan Dia, kita akan banyak menghasilkan buah.

Satu hal yang kiranya perlu kita perhatikan adalah kemauan Bapa di surga, agar kita beroleh selamat dengan menghasilkan banyak buah. Kemauan dan kehendakNya agar kita selamat sepertinya tidak bisa ditawar-tawar lagi; bahkan tidak enggan-enggan sang Pengusaha membersikan sendiri ranting-rantingNya agar semakin banyak berbuah, sebaliknya yang tidak berbuah akan dipotongNya.

Program ini bukannya baru dikerjakan dalam diri Yesus, melainkan semenjak awal, minimal dapat kita kenal dari kemauan Tuhan yang terus-menerus mengutus para nabiNya yang kudus, tetapkan tidaklah mendapatkan tanggapan positif dari umatNya (Mat 21: 33-41). Penolakan dan penolakan tidak membuat hati Tuhan surut; Dia tetap melanjutkan program kasih, yang memang memuncak dalam diri Yesus Kristus.

Mengikuti Kristus ternyata mempunyai tuntutan yang begitu berat. Kita sudah berkemauan baik untuk menjadi murid-muridNya, tetapi masih dituntut untuk menghasilkan banyak buah. Namun indahnya, bahwasannya semuanya itu dilakukan, bukannya sang Pengusaha untuk mendapat untung sebanyak-banyaknya, melainkan untuk kita sendiri, ranting-rantingNya, sebab hanya dengan menghasilkan banyak buah kita baru layak disebut sebagai murid-muridNya. Sekali lagi, sang Pengusaha tidak enggan-enggan membersihkan ranting-rantingNya agar semakin banyak berbuah.

Apakah kita akan berhenti karena tuntutanNya itu yang memang tidak bisa ditawar-tawar? Kalau kita mendapatkan sang pengusaha lain, barulah kita berani menjawabNya dengan tegas, sebab selama ini memang belum ada seorang Pengusaha yang seagung ini. Mereka yang pernah berkumpul langsung menyatakan: 'Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?" (Mat 8: 27). Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya" (Mrk 1: 27).

Bacaan pertama yang mempersoalkan tradisi Yahudi supaya mewajibkan sunat bagi orang-orang Yahudi ditentang oleh para rasul. Sebab kehidupan dan keselamatan manusia tidaklah ditentukan oleh pelaksanaan hukum Taurat, atau hukum-hukum lainnya yang sederajat, melainkan hanya oleh kepercayaan manusia kepada sang Empunya kehidupan; atau seperti Injil hari ini: manusia akan selamat dan menghasilkan banyak buah bila memang dia tinggal dalam Tuhan, bagaikan ranting-ranting yang tinggal pada pokok anggur, yakni Kristus sendiri, Putera sulung kebangkitan.

Kiranya juga hendaknya memberi pembelajaran bagi kita yang hidup dalam dunia jaman ini, agar kita mengajak setiap anggota komunitas kita untuk semakin berani mendengarkan dan melaksanakan kehendak Tuhan, yang memang semuanya itu dapat kita mengerti dalam terang Roh Kudus. Demikian juga dalam praktik-praktik hidup rohani, yang memang harus memperhatikan kharisma sang pendiri, kiranya kita tidak memaku kharisma yang diterima seseorang sebagai 'satu-satu jalan yang benar', sebab memang kepada seorang dianugerahkan karunia yang satu berbeda dengan yang lain, tetapi semuanya itu saling melengkapi guna membangun tubuh Kristus (Rom 12). Kehendak Kristus harus diutamakan dalam mengejar kehidupan, yakni tinggal di dalam Dia.



Oratio :

Ya Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Pokok Anggur yang benar dan kami adalah ranting-rantingMu. Buatlah kami selalu berani hidup dalam kehadiranMu, sebab tak jarang kami ini ingin lepas dariMu dan melompatkan diri dariMu. Kami terlalu bangga dengan kemampuan diri sendiri, padahal kami ini amat lemah dan terbatas. Yesus, jadikanlah kami ini orang-orang yang rendah hati. Amin.



Contemplatio :

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.





Oremus inter nos

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening