Rabu Paskah VII, 23 Mei 2012

Kis 20: 28-38  + Mzm 68  +  Yoh 17: 11-19
 
 
Lectio: 
Dalam doaNya Yesus berseru: 'ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.
Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.
 
Meditatio:
Ada banyak pesan dari perikop hari ini, yang memang telah kita dengar pada hari Minggu yang lalu. Satu dari beberapa pesan yang ada itu adalah tentang kehendak Yesus yang mengutus para muridNya untuk mewartakan kabar sukacita. SabdaNya:  'sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia'.
Yesus mengajak para muridNya, kita semua, untuk berani berbagi kabar sukacita, pertama, karena memang Dia menghendaki semua orang beroleh selamat. Kita semua diajak agar sesama kita juga berani mengamini karya Allah yang memang sudah ada dalam diri setiap orang. Hanya dengan mengamini karya cinta kasihNya, kita akan merasakan dan menikmati keselamatanNya. Kedua, Yesus mengajak kita menjadi orang-orang yang tahu berterima kasih kepada sang Pemberi hidup, yakni dengan membagikannya kepada orang lain. Kenikmatan surgawi itu hendaknya kita bagikan kepada sesama kita, karena memang banyak orang yang merindukannya. Namun di situlah sebenarnya beriman yang benar, bagaimana dia dapat menikmati kenikmatan surgawi kalau memang dia tidak pernah berbagi kasih dengan sesama. Orang beriman itu selalu berani mengucapkan syukur dan terimakasih.
Salah seorang yang amat menghayati kehendak Yesus ini adalah Paulus. Celakalah aku jika aku tidak mewartakan Injil, tegas Paulus, yang memang semenjak pertobatannya hidupnya sungguh berubah dan berubah. Dia memberikan seluruh hidupnya hanya untuk Tuhan; demikian juga dalam perutusan mewartakan kabar sukacita. 'Upahku dalam mewartakan ialah bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil' (1Kor 9: 18).
Hal yang sama dikemukakannya dalam bacaan pertama hari ini. 'Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapa pun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima'.
Pasti kita tidak bisa meniru sikap hidup Paulus dalam tugas perutusan kita. Keberanian ambil bagian dalam tugas perutusanNya saja sudahlah patut disyukuri dan dibanggakan. Bersyukurlah kita bila mampu berbagi keselamatan dengan sesama; bersyukurlah kita bila sempat berbuat baik kepada orang lain, sebagaimana diteladankan santo Paulus tadi 'adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima'. Inilah kasih: saya mengasihi kamu, bukan karena kamu, melainkan karena aku mau.
 
 
Oratio :
 
Yesus kuduskanlah kami yang lemah ini, karena memang kami ingin sekali mengikuti tugas perutusan yang Engkau berikan kepada kami. Bantulah kami ya Tuhan, karena kami mudah memandang muka dan pamrih dalam berbagi kebaikan dan sukacita terhadap sesama.
Yesus, hiburlah mereka yang harus berbaring karena sakit. Semoga Engkau sendiri menjadi penghiburan bagi saudara-saudari kami ini. Amin.
 
 
Contemplatio :
'Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa'.
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening