Sabtu Paskah IV, 5 Mei 2012

Kis 13: 44-52  +  Mzm 98  +  Yoh 14: 7-14

 

 

 

 

Lectio

 

Suatu hari Yesus berkatalah Yesus kepada para muridNya: 'sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

 

Meditatio:

 

'Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain'.

Inilah penegasan Paulus dan Barnabas kepada orang-orang Israel, bangsa yang terpilih semenjak Perjanjian Lama. Mereka adalah keturunan bapa Abraham, Ishak dan Yakub. Kepada merekalah memang segala keistimewaan diberikan oleh Tuhan, tetapi mereka menolaknya; tetapi sebaliknya bila ada orang datang dan hendak menikmatinya anugerah Tuhan seperti yang mereka miliki, mereka melawan dan mengusirnya. Namun kehendak Allah untuk menyelamatkan seluruh umat manusia tidaklah berhenti karena sikap dan tindakan mereka. 'Kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain, sebagaimana diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi'.

Israel, bangsa terpilih, tidak mau menikmati anugerah indah yang disediakan bagi mereka. Sikap seperti itulah yang dilakukan Filipus, sebagaimana kita dengar dalam Injil hari ini. 'Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?', tegas Yesus. Penglihatan dan perjumpaan Filipus dengan Yesus sebatas pergaulan insani. Dia mendengar dan melihat Yesus hanya dengan usaha inderawi, bukan dengan hati. Dia tidak menikmati kasih karunia yang telah dianugerahkan semenjak semula. 'Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?'. Seharusnya Filipus mampu melihat Yesus secara benar, karena memang selama ini Yesus tidak berdiam diri, Dia malahan telah melakukan segala yang menjadi kehendak Bapa yang mengutusNya. Bukankah Filipus juga bukan termasuk orang-orang Yahudi yang merasa bimbang akan kehadiran Yesus?

Sikap orang-orang Yahudi, bangsa Israel, juga sikap Filipus, tak ubahnya dengan sikap puppy love, sikap seorang yang melompat ke sana ke mari, tidak mau menikmati makanan yang disediakan, tetapi akan berteriak-teriak, bila yang lain mendekatinya; dia sendiri tidak mau menikmati segala yang telah tersedia. Yesus tahu benar sikap mereka, maka Dia tadi mengatakan: 'sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia'. Kehadiran Allah yang menyelamatkan seharusnya mereka nikmati, seharusnya mereka mengenal baik siapakah Yesus yang berkumpul dengan mereka setiap hari. Sayangnya, mereka memandang Yesus menurut gambaran mereka, mereka tidak mau melihat Yesus apa adaNya.  Seharusnya mereka mau merasakanNya sembari melambungkan syukur atas karya kasihNya itu, tapi itulah tidak mereka lakukan.

'Bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya'.

Inilah rasa sukacita orang-orang yang mendapatkan kesempatan untuk menikmati janji yang luhur dan indah itu. Sebab mereka boleh percaya kepada Dia sang Empunya hidup kekal. Orang yang mendapatkan kepercayaan, seharusnya memang menggunakan kepercayaan yang diterimanya itu.

Kita bukanlah orang-orang Yahudi, tetapi kita boleh menikmati keselamatan abadi, berkat kepercayaan iman kita yang telah kita lambungkan semenjak beroleh sakreman baptis dalam namaNya. Maka pertama, kiranya kita berani melambungkan rasa syukur dan terima kasih atas segala rahmat dan kasihNya itu. Sudah layak dan sepantasnya kita bersyukur kepada Allah, karena kita beroleh rahmat keselamatan. Kedua, kita nikmati rahmat indah itu dalam hidup sehari-hari. Satu-satunya cara menikmati rahmat kasih Allah itu hanyalah dengan membaharuinya selalu dalam kasih kepada Dia sang Pemberi hidup dan keselamatan, sebagaimana Dia telah mengasihi kita terlebih dahulu, dan menemukan Dia yang hadir dan tampak nyata juga dalam pergaulan dengan sesama. Kita nikmati kasih karunia yang indah itu; hendaknya kita berani  duduk manis menikmati kasihNya itu, dan bukannya melompat ke sana ke mari, yang memang akan melelahkan diri dan tak mendatangkan berkat.

 

Oratio :

 

Ya Yesus, kami sebanarnya bukanlah orang-orang pilihanMu; kami tidak termasuk dalam kandang dombaMu. Namun, karena kasih dan cintaMu, Engkau malahan membuka tangan selebar-lebarnya bagi kami untuk menikmati rahmatMu itu. Ajarilah kami untuk selalu untuk berani bersyukur atas rahmat kasihMu.

Demikian juga semoga Engkau juga memanggil saudara-saudari kami yang belum mengenal Engkau dengan tepat dan benar. Semoga pengenalan mereka semakin Engkau murnikan, sehingga mereka pun semakin menikmati rahmat kasihMu itu. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

          'Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening