Selasa Paskah VI, 15 Mei 2012

Kis 16: 22-34  +  Mzm 138  +  Yoh 16: 5-11

 

 

 

 

Lectio

 

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.

Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum'.

 

Meditatio:

 

'Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita'.

Yesus menegaskan kembali perihal kepergianNya yang memang harus segera dilaksanakan. Yesus menegaskan kembali, karena memang Dia telah pernah menyatakannya kepada para muridNya. Yesus pernah mengatakan: 'janganlah gelisah dan gentar hatimu. Aku akan pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku' (Yoh 14: 27-28), sebagaimana kita renungkan beberapa hari yag lalu. Yesus merasa perlu menegaskan kembali, karena ternyata para murid bersedih hati dengan kepergianNya. Namun kenyataan kepedihan para murid sepertinya tidak akan mengubah rencana Allah, guna membuat mereka menikmati sukacita penuh (Yoh 15: 11).

Kehendak Allah harus terus dijalankan. 'Kukatakan ini kepadamu', tegas Yesus kepada merkea, 'adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu'.  Yesus memang akan pergi kepada Bapa, untuk menyiapkan tempat bagi para murid, bagi kita semua, agar di mana Dia berada di situ pun kita berada. Namun kepergianNya tidak akan membiarkan para murid sendirian, melainkan sang Penghibur akan menggantikanNya; Dia akan datang, ketika Yesus pergi. Aku akan mengutus Dia kepadamu, tegas Yesus. Kedatangan sang Penghibur adalah kehendak Bapa sendiri.

'Kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman'.

Ada tiga hal yang hendak ditegaskan dan selalu diingatkanNya, tentang dosa, kebenaran dan penghakiman. Tentang dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; ketidakpercayaan bahwa Allah menyelamatkan, bahwa Allah menaruh perhatian besar kepada umatNya memang tidak bedanya dengan membiarkan diri dalam kuasa maut. Sebab tidak percaya kepada Allah berarti seseorang membiarkan diri dalam  keinginan insani yang sangat kuat, dia akan mencari kepuasan diri; dia tidak ingin dikuasai dan dipimpin Allah, yang memang hanya Dia yang mampu memberi keselamatan. Tidak percaya kepada Allah berarti membiarkan diri tidak berdaya, jauh dari keselamatan.

Tentang kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; karena memang Yesus telah menyelesaikan tugas perutusanNya. Dia telah memuliakan Bapa di surga, dan kini hendak menghadapNya guna 'menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa' (2Pet 1: 17). Inilah kebenaran iman itu. Tentang penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum, dia telah dibinasakan berkat karya penebusan Kristus sang Anak Domba Allah. 'Aku telah mengalahkan dunia' (Yoh 16: 33), dan setiap  orang yang percaya kepadaNya pun mendapatkannya (1Yoh 5: 55).

Keluarga kepala pasukan, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama, juga mendapatkan hal yang indah itu, karena memang dia percaya kepada Yesus, sang Empunya kehidupan. Bagaimana dengan kita, orang-orang yang percaya?

 

Oratio :

 

Kami bersyukur kepadaMu, ya Yesus, karena kami boleh percaya kepadaMu. Dengan percaya kepadaMu, kami mendapatkan keselamatan. Kami mohon kepada ya Tuhan Yesus, semoga Engkau juga mengetuk hati secara istimewa mereka yang belum mengenal Engkau dan hendak menghadapi ajal, agar mereka kelak boleh tinggal bersama Engkau, karena mereka masih sempat percaya dan berserah diri kepadaMu sebelum hari kepulangannya. Amin.

 

 

Contemplatio :

          'Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka yang percaya kepadaKu'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening