Hari Raya Hati Kudus Yesus, 14 Juni 20125

Hos 11: 3-9 + Ef 3: 8-19  +  Yoh 19: 31-37

 

 

 

Lectio

 

Hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib -- sebab Sabat itu adalah hari yang besar -- maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan." Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam."

 

Meditatio:

Yesus tampaknya lebih cepat mati dibanding dengan kedua penjahat lainnya.

Itulah yang sepertinya terjadi. Sebab setelah mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang  lain, yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus, para prajurit melihat bahwa Yesus telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, sehingga genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: 'tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan'. Yesus telah mati terlebih dahulu daripada kedua penjahat, yang ada di damping kiri dan kananNya. Kenapa Yesus mendahului mereka mati? Apakah fisik mereka lebih kuat daripada Yesus? Apakah mereka tidak memanggul salib, sebagaimana dilakukan Yesus? Yesus memang tidak sama dengan mereka, hanya saja Yesus dibuat sama setaraf dengan mereka, kaum pendosa.

Namun seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. Alasan apa yang membuat orang itu menikam Yesus, tidaklah diketahui dengan pasti. Tetapi tidak dapat disangkal, dialah seorang penyaksi utama bahwa Yesus sungguh-sungguh mati; dan  'mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam'. Dia memang mati, dan bukannya dibuat mati dengan dipatahkan kakiNya. Darah dan air membuktikan bahwa Dia telah menyerahkan nyawaNya.

Hari ini kita merayakan Hati kudus Yesus. Air dan Darah tertumpah keluar melambangkan besar kasih Tuhan Allah yang menyelamatkan. Dia yang adalah Tuhan merelakan diri untuk memberikan nyawa, yang menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia. Hari raya Hati kudus Yesus, yang kita rayakan juga setiap hari Jumat pertama dalam bulan, mengingatkan kita 'betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus', sebagaimana dikatakan Paulus dalam bacaan kedua tadi. DarahNya meperbaharui setiap orang yang mau datang kepadaNya.

Kemurahan hati Yesus adalah puncak dari kemurahan hati Allah yang memang semenjak semula telah dinyatakan Allah sendiri kepada umatNya, tetapi banyak dari mereka yang tidak mau merasakannya. Hosea dalam bacaan pertama mengingatkan itu: 'ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka. Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan. Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan'.

Hari raya Hati kudus Yesus mengajak kita agar semakin merasakan betapa besar kasihNya, dan menjadikan hati Yesus menjadi hati kita sendiri, agar kita boleh beroleh keselamatan. Kita nikmati kemurahan hati yang mahasuci.

 

 

 

Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus, HatiMu sungguh mahakudus dan penuh kasih. Jadikanlah hati kami seperti hatiMu, agar kami mempunyai hati terhadap sesama. Yesus, dalam luka-lukaMu, sembunyikanlah kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

Yesus, sucikanlah hati kami.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening