Hari Raya Santo Petrus dan Paulus, 29 Juni 2012

Kis 12: 1-12  +  2Tim 4: 6-8  +  Mat 16: 13-19

 

 

 

 

Lectio

 

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

 

 

Meditatio:

'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!'.

Sebuah jawaban yang sungguh-sungguh luar biasa. Seorang Simon anak Yunus menjawab dengan tepat dan benar. 'Berbahagialah engkau Simon, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga', sahut Yesus penuh kekaguman kepada Simon Petrus. Dia memang tidak mengikuti apa kata orang bahwa sang Anak Manusia itu adalah Yohanes Pembaptis, atau Elia, atau Yeremia atau salah seorang dari para nabi. Simon tidak mau mengikuti apa kata orang. Dia mengatakan apa yang harus dikatakan.

Simon mengatakan apa yang harus dikatakan? Ya benar! Karena memang  'bukan dia yang menyatakan, melainkan Bapa-Ku yang di sorga'. Simon menyampaikan apa yang didengarkannya, yakni suara Tuhan yang ditangkap oleh lubuk hatinya. Memang Simon mengenal baik Siapakah Anak Manusia yang diikutinya itu, tetapi suara Dia yang berkumandang dari surga dan ditangkap oleh jiwanya, itulah yang menyempurnakan pengenalannya. Allah Bapa di surga menyempurnakan pengenalan seseorang akan Tuhan. Iman adalah karya Allah dalam negenal sang Khaliknya.

'Aku pun berkata kepadamu', tegas Yesus, 'engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga'. Inilah anugerah indah mulia yang diberikan Yesus kepada Simon Petrus. Anugerah yang diterimanya, bukanlah sebuah makanan yang amat lezat atau pun mahkota yang berkilau, melainkan sebuah tugas perutusan untuk mendirikan  Gereja dan beroleh kunci Kerajaan Surga. Memang tugas itu amat mulia dan agung, dan amat bersifat surgawi, tetapi dituntut tangungjawab yang sungguh-sungguh besar. Sebuah tugas yang berkaitan dengan penyelamatan umat manusia, dan bukannya bagi sekelompok orang, karena keturunan insani, yakni anak-anak bapa Abraham, Ishak dan Yakub.

Keselamatan itu dirindukan oleh seluruh umat manusia. Keyakinan inilah yang juga disadari sepenuhnya oleh Paulus dalam karya pewartaan Injilnya. Dia merasakan bahwa Allah selalu memperhatikan dirinya, dia diijinkan untuk menikmati keselamatan abadi, tetapi semuanya itu tidak membuat dirinya lupa akan orang-orang yang ada di sekitarnya. 'Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya'. Semuanya bisa terjadi, karena memang Allah menghendaki agar semua orang beroleh selamat.

Hari ini adalah hari raya santo Petrus dan Paulus Rasul, dua tokoh hebat dalam Gereja perdana. Mereka begitu getol dalam karya pewartaan, sembari menjaga keutuhan umat Allah sebagai GerejaNya yang satu, kudus, katolik dan apostolik sebagaimana dikehendaki Yesus sendiri. Gereja yang tidak akan mampu dikuasai oleh alam maut,  karena memang Kristus sendiri hadir di dalamnya. Kita masing-masing pribadi akan menikmati kasih karunia yang indah ini, kalau kita memang sunguh-sungguh berani berserah kepada sang Empunya kehidupan. 'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!', seruan Petrus ini, haruslah menjadi seruan hati dan jiwa kita. Kira berseru, karena memang kita percaya kepadaNya, dan biarlah sang Mesias itu mengatur dan menjiwai hidup kita, sehingga pada akhirnya kita  boleh menikmati mahkota kebenaran sebagaimana dibangga-banggakan santo Paulus tadi.

 

 

 

Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus, semoga Engkau semakin hari semakin menyuburkan iman dan harapan kami, sehingga hanya padaMulah kami berserah, hanya padaMulah kami bermohon.

Tuhan Yesus, semoga Engkau juga selalu menjaga iman saudara dan saudari kami yang mulai goyah, karena tantangan ekonomi dan kesehatan. Semoga Engkaulah tetap menjadi pegangan hidup mereka. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening