Jumat Masa Biasa IX, 8 Juni 2012

2Tim 3: 10-17 + Mzm 119Mrk 12: 35-37

 

 

 

 

Lectio

 

Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: "Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud? Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?".

Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.

 

 

Meditatio:

'Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud? Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?'.

Itulah kotbah Yesus yang berisikan ajaran teologis. Mesias adalah Tuhan menjadi Manusia dan tinggal di antara umatNya. Dia sungguh-sungguh Allah. Dia sungguh-sungguh Manusia. Hanya kepada Dialah, setiap orang harus bersembah sujud, termasuk Daud, sang raja Israel. Namun tidak dapat disangkal, bahwa Dia manjadi Manusia dan masuk dalam keturunan raja Daud. Inilah Allah yang menjadi Manusia dan tinggal di antara kita. Dialah sembahan Daud, tetapi termasuk dalam runtutan keturunannya.

'Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat'. Ajaran-ajaran seperti inilah yang disukai orang-orang pada waktu itu. Pengaruh tradisi Yunani juga mulai mempengaruhi pergaulan orang-orang Yahudi, di mana penekanan akan peran akal budi amatlah kuat. Mulai banyak orang berusaha ingin mendapatkan pencerahan, yang tidak lain dan tidak bukan, pengetahuan baru dalam pergumulan hidup sehari-hari. Mereka mengikuti pemuridan dari guru-guru saat itu. Suatu usaha pengkayaan diri yang perlu amat dibanggakan, sebab ada kemauan dalam diri seseorang untuk mendapatkan sesuatu yang baru, ada kemauan untuk belajar dan belajar. Adalah hal yang indah dan sungguh berguna, bila banyak orang kembali berani menekuni ajaran hidup yang bersumber pada sabda dan kehendak Tuhan.

Bacaan pertama mengingatkan kita agar berani memperkaya diri dengan pengajaran pengenalan akan Allah, karena memang rahmat dan kasihNya telah ditaburkan dalam diri kita. Paulus meminta: 'hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran'.

Paulus sepertinya meminta agar kita berani berusaha untuk membumikan atau mendaratkan segala pengajaran yang kita terima, bukannya sebatas pada pencerahan akal budi, melainkan juga terlebih pada pencerahan hati dan jiwa kita. Permohonan Paulus ini sekaligus menjadi kritik bagi kita bersama, yang sering bangga bisa mengikuti rekoleksi dan retret di sana sini, begitu pula seminar dan hari studi tentang hidup rohani, tetapi enggan kita untuk berbagi kepada sesama anggota komunitas; malahan tidak jarang kita sengaja menjatuhkan pilihan untuk mengikuti  rekoleksi-rekoleksi, yang menambah pengetahuan hidup dan yang sebatas mendatangkan mukjizat, dan bukannya menaruh perhatian pada pengalaman hidup yang menghasilkan buah-buah Roh, yang memang berlawanan sendiri dengan makna rekoleksi.

'Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat'. Demikianlah yang seharusnya terjadi dalam peristiwa hari studi, rekoleksi, retret, seminar dan aneka macam KRK. Semua diharapakan semakin terkagum-kagum kepada Dia sang Empunya kehidupan ini, dan mengambil keputusan untuk semakin 'mengasihi Tuhan, Allah, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi dan dengan segenap kekuatan; dan  mengasihi sesama seperti diri sendiri', sebagaimana kita renungkan kemarin. Inilah pencerahan hati dan budi yang benar.

 

 

Oratio :

 

Yesus, Engkau mengajak kami untuk terus memperdalam hidup rohani kami dengan bekal utama: sabda dan kehendakMu. Buatlah kami, ya Yesus, menyempatkan diri untuk semakin mengenal Engkau dalam setiap peristiwa hidup kami dan semakin berusaha menemukan kehadiranMu itu dalam diri sesama kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Memang mengasihi Dia dan mengasihi sesama manusia itu jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan'

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening