Kamis Pekan Biasa XI, 21 Juni 2012

Sir 48: 1-14  +  Mzm 97  +  Mat 6: 7-15

 

 

 

Lectio

 

Yesus menegaskan: "jika kamu berdoa janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian:

Bapa kami yang di sorga,

Dikuduskanlah nama-Mu,

datanglah Kerajaan-Mu,

jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

 

Meditatio:

Doa Bapa Kami memang doa yang paling indah. Sebab dalam doa ini, kita diajak sungguh-sungguh menyatukan kedewasaan rohani dan insani; kita tidak memisahkan dan mengutamakan yang satu dari lainnya. Doa ini begitu sempurna, karena Yesus sendiri yang membuatnya.

Bapa kami yang di sorga,

Dia Tuhan, Bapa kita ada di surga, bukan ada di dunia ini, bukan yang ada di sekitar kita, bukan dia yang kita bangga-banggakan. Dia bertakhta di surga, karena memang Dialah sang Pencipta, dan hanya Dialah satu-satunya Bapa kita, Bapa yang murah hati. Sangatlah kelirulah kita menyebut bapa-bapa itu sebagai Bapa, karena hanya Bapa yang di surga yang memberi kehidupan, dan bukan bapa yang di dunia atau di neraka.

Dikuduskanlah nama-Mu,

Karena itu, layak dan pantaslah Dia yang kita sembah dan kita puji. Segala sesuatu kita hunjukkan kepadaNya. Dia memang tidak mencari kemuliaan; Dia kita kuduskan dan kita hormati, karena memang hanya dalam Dialah kita beroleh keselamatan. Bapa-bapa, yang kita sebut demikian, hanya memberikan kepuasan sesaat dan bersifat fana. Mereka tidak menyelamatkan, melainkan membinasakan. Mereka tidak mengorbankan diri, melainkan mengorbankan kita.

datanglah Kerajaan-Mu,

sebab hanya dalam perlindungan dan bimbinganNya, kita beroleh keselamatan. Biarlah Dia meraja atas kita, dan kita membiarkan diri dipimpin dan dibimbingNya. Hanya dalam kuasaNya segalanya akan terasa indah dan mempesona. Surga tidak lagi ada di sana, melainkan ada dalam diri kita. Surga yang turun itu memasukkan diri kita di dalamnya.

jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Keberanian diri untuk membiarkan dibimbing olehNya akan membuat segala sesuatu di dunia ini seperti di dalam surga. Surga tidak lagi ada di sana, tetapi ada di antara kita. Sekali lagi, semuanya bisa terjadi karena sabda dan kehendakNya diamini oleh orang-orang yang percaya kepadaNya. Doa Bapa kami meminta kita untuk selalu mengamini segala kehendak Bapa kepada kita. KehendakNya hanyalah satu, yakni agar kita semua beroleh selamat.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

Segalanya akan terpenuhi dan penuh sukacita, karena memang Bapa memperhatikan kita. Segala pekerjaan dan usaha, kita persembahkan kepadaNya; sebab apapun yang kita lakukan dalam namaNya akan memberikan buah-buah yang menggembirakan. Buah-buah karya itu adalah rejeki dari Tuhan Allah sendiri kepada kita. Dia memberi dan memberi, kita diminta mendapatkannya. Dia tidak melemparkannya kepada kita, Dia menghormati kita supaya kita menerimanya dengan kedua tangan kita yang terbuka.

dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

Ampunan dan belaskasih ilahi akan kita nikmati dalam kebersaman hidup, kita tidak hanya menerima daripadaNya, kita juga diminta membagikannya; kita tidak hanya mendapat pengampunanNya, tetapi juga diajak berani menerima keberadaan sesama kita; kita tidak hanya berbahasa roh, tetapi juga hidup dalam roh, yakni hidup dalam kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Gal 5: 22-25). Inilah di bumi seperti di surga.

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.

Bila kehendak Tuhan Bapa di surga menjadi andalan hidup, maka segala kuasa bapa-bapa tidak akan menguasai hidup kita, karena memang kita sendiri  tidak menghendakinya. Allah pun akan membantu kita dalam mengatasi hal-hal yang berlawanan dengan keinginan roh, seperti: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora (Gal 5: 19-21).

Engkaulah Sang Empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

 

 

Oratio :

 

Ya Bapa di surga, kuasailah kami dengan RohMu, agar kami berani mengandalkan kehendakMu dalam hidup keseharian kami. Semoga aneka kesulitan hidup, yang kami alami sehari-hari, tidak membuat kami putus asa, malahan mengajak kami berani hanya bersandar padaMu.

Santo Aloysius, doakanlah kami agar kami mampu menyeimbangkan hidup rohani dan insani kami. Demi Kristus Tuhan kami.

 

 

Contemplatio :

Jadilah kehendakMu, di bumi seperti di dalam surga.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening