Peringatan Barnabas Rasul, 11 Juni 2012

Kis 11: 21-26 + Mzm 98Mat 10: 7-13

 

 

 

 

Lectio

 

Kepada keduabelas rasul, Yesus berpesan: 'pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.

 

Meditatio:

'Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat'.

Perintah Yesus kepada keduabelas muridNya. PerintahNya amat kontekstual, karena memang mereka diminta mewartakan kabar sukacita untuk menyambut kedatangan sang Pemilik Kerajaan Surga. Kehadiran Yesus adalah kehadiran Kerajaan Surga. Para murid diminta memberitakan akan kehadiranNya. Mereka mendapatkan perintah istimewa.

Pertama, dengan mengadakan aneka mukjizat yang mampu mereka lakukan. 'Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma'. Mereka akan mampu melakukan semuanya itu, karena memang Yesus telah memberi kuasa kepada mereka. Mereka mampu melakukan semuanya itu hanya karena Yesus; mereka diminta memberikan karunia itu secara cuma-cuma, karena memang mereka pun telah menerima semuanya itu, bukan karena jasa-jasa mereka, melainkan oleh karena kasihNya. Keberanian mereka mengikuti Kristus mendatangkan berkat dan rahmat bagi mereka semua.

Kedua, para rasul diminta untuk tidak merepotkan diri dengan aneka perbekalan, yang tak jarang memang mengaburkan banyak orang yang hendak berpergian. Mereka tidak sampai pada tujuan semula karena sibuk dengan aneka perbekalan. Karena itu, tegas Yesus, 'janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat'.

Dalam dunia sekarang ini perbekalan benar-benar menyibukan banyak orang, bukan saja perbekalan yang hendak dibawa pergi, juga perbekalan yang hendak dibawa pulang. Intensi rohani pun bisa dikaburkan dan hilang, karena perhatian banyak orang hanya pada aneka perbekalan. Aneka ziarah yang sungguh-sungguh murni diawal rencana, bisa terbelokkan dan bahkan hilang, karena keinginan kuat untuk mencari oleh-oleh khas daerah, tempat dituju. Kepentingan sesaat seringkali mengubah kerinduan hati seseorang.

Yesus menegaskan agar para murid tidak merepotkan diri dengan aneka perbekalan, sebab Tuhan Allah akan atur segala-galanya itu. Yakinlah, 'seorang pekerja patut mendapat upahnya'.  Tuhan Yesus akan membantu keperluan mereka melalui orang-orang yang mendapatkan kabar sukacita. Mungkin kritik kepada para religius yang mengabdikan diri kepada Tuhan dalam GerejaNya yang kudus, yang begitu terikat oleh tempat dan harta benda. Ada dua atau tiga orang religius yang menolak tugas perutusan, hanya gara-gara tempat baru yang diberikan kepadanya jauh dari keramaian kota. Ada juga sulit dan enggan menerima tugas baru, hanya karena malas memindahkan harta benda yang dimiliki seperti buku-buku dan pernik-pernik hiasan mejanya. Mereka tidak mau pindah hanya karena repot dengan perbendaharaan yang dimilikinya. It's real.

Ketiga, penyampaian kabar sukacita itu membawa kegembiraan dan membangkitkan rasa syukur orang-orang yang mendengarnya. Berkat pewartaan, orang-orang diajak untuk berani bersyukur dan bersyukur kepada Tuhan. Demikian hendaknya para pewarta sabda hendaknya selalu menampilkan sukacita dan damai kepada orang-orang yang dijumpainya. 'Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka'. Ciri khararekteristik seorang pewarta adalah damai dan sukacita. Kiranya permintaan Yesus ini mengundang pertobatan bagi setiap orang yang merelakan diri untuk mewartakan sabda Tuhan untuk selalu membawa damai dan sukacita bagi setiap orang yang ditemuinya.

'Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan'. Itulah sedikit catatan yang diberikan Lukas dalam Kisah Para Rasul, sebagaimana kita dengarkan dalam bacaan pertama hari ini, yang memang adalah peringatan orang kudus ini. Kemurahanhati Barnabaslah yang membuat Gereja perdana mengutus dirinya ke tempat-tempat di mana  Allah sendiri menghendaki. Gereja sempat mengutus Barnabas ke Antiokhia, di mana 'murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen'. Peranan Barnabas dan Saulus dalam Gereja perdana sungguh-sungguh patut diperhitungkan.

 

 

 

Oratio :

 

Yesus, pada hari peringatan santo Barnabas rasul, kami Engkau ingatkan akan tugas perutusan kabar sukacita. Kiranya Injil hari ini menjadi peringatan bagi kami untuk selalu mengutamakan tugas perutusan kami. Apakah kewajiban kami sebagai anggota GerejaMu, apa tugas pokok kami di tengah-tengah masyarakat itulah yang hendaknya menjadi perhatian utama kami dalam keseharin hidup ini dan bukannya kepuasan diri.

Yesus jadikanlah kami pembawa kabar sukacita.

Santo Barnabas, doakanlah kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening