Rabu Pekan Biasa X, 13 Juni 2012

1Raj 18: 20-39 + Mzm 16Mat 5: 17-19

 

 

 

Lectio

 

Kata  Yesus kepada para muridNya: 'janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'.

 

Meditatio:

'Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya'.

Penyataan Yesus ini disampaikan pada awal-awal pewartaanNya. Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat,  karena memang Yesus hendak mengambil alih apa yang sudah tumbuh dan berkembang dalam Perjanjian Lama. Cinta kepada Tuhan dan sesama yang kita renungkan hari Kamis kali lalu dikutip langsung oleh Yesus sebagaimana tersurat dalam Kitab Ulangan. 'Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu' (Ul 6: 4-5).

Namun tidak disangkal memang bahwa Yesus hendak menggenapinya. Hukum mata ganti mata dan gigi ganti gigi hendak disempurnakan dengan permintaanNya sendiri, agar kita 'tidak melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu' (Mat 5: 38-39). Yesus tidak meniadakannya, melainkan menggenapi dan menyempurnakan, karena memang kasihNya sendiri menjadi titik tolak dalam karya penyelamatanNya ini. Karya penyelamatan Allah berpuncak dalam diri Yesus Kristus; dalam diriNya tergenapilah seluruh karya penyelamatan manusia oleh Allah.

'Karena itu selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi', tegas Yesus,  'siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; sebaliknya siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'. Kiranya semuanya ini harus dimengerti oleh setiap orang, karena hukum Taurat adalah kehendak Tuhan yang mengikatkan diri dalam sejarah dan budaya Israel. Terlebih pada jamannya, setiap orang Israel hendaknya taat dan tunduk kepada hukum Taurat. Namun ketika langit dan dunia baru mulai dinikmati oleh umatNya, hukum Kristus sendiri yang harus diutamakan, karena saat itulah segala kuasa dan pemerintahan diserahkan kepada sang Empunya kehidupan, dan pada saat itulah Kerajaan Allah sungguh meraja, yakni bila setiap orang membiarkan diri dibimbing dan dipimpin oleh Kristus. Dalam KerajaanNya, sabda dan kehendak Kristuslah norma hidup yang tertinggi, dan bukan yang lain.

'Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel', demikian doa Elia kepada Tuhan Allah,  'pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini. Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali'. Lihatlah, apa yang terjadi, turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya, dan seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: 'TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!'.

Inilah pengalaman Perjanjian Lama yang mengagumkan dan mengagetkan banyak orang. Hal-hal semacam ini tidaklah akan terjadi ditemui dalam pengalaman bersama Yesus. Pengalaman gegap gempita dan menggelora, bahkan membinasakan kuasa kegelapan, tidaklah akan banyak terjadi dalam karya pewartaan Kristus, walau Dia sendiri harus menghadapi salib yang berat itu. Pengalaman seperti itu, sepertinya banyak ditakuti orang, sebagaimana pernah dialami oleh orang-orang Gerasa (Mat 8: 34). Walau tak dapat disangkal ada juga sekarang ini orang-orang yang menginginkan aneka peristiwa yang menggemparkan dan menimbulkan gelora sorak-sorai, pengalaman Perjanjian Lama

 

 

 

Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus, Engkau datang ke dunia, bukan untuk mengubah sejarah manusia, Engkau malahan ingin menyempurnakan sejarah dunia agar semakin terarah kepada keselamatan ilahi. Engkau tidak meniadakan hukum Taurat, melainkan menggenapinya, karena memang Engkau menghendaki setiap orang mampu berbuat kasih terhadapMu dan terhadap sesama. Bantulah kami, ya Yesus, untuk bersemangat dalam mengamalkan hukum cinta kasihMu.  Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening