Rabu Pekan Biasa XII, 27 Juni 2012

2Raj 22: 8-13  +  Mzm 119  +  Mat 7: 15-20

 

 

 

Lectio

 

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya:  'waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka'.

 

 

Meditatio:

'Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas'.

Kalau kemarin kita diminta untuk bertindak bijak dalam berbuat baik kepada orang lain. Hari ini kita diminta juga bertindak bijak dalam mendengarkan dan menerima segala yang tampak indah dan luhur.  Hendaknya kita tidak mudah menelan mentah-mentah apa kata orang,  terlebih mereka, yakni nabi-nabi palsu yang datang  dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas'. Mereka pasti tidak memberikan apa-apa, malahan sebaliknya mereka akan merampas dan membinasakan; bukannya dengan kekerasan yang mereka lakukan, melainkan dengan cara lembut dan halus yang penuh tipu daya, yang semuanya hanya untuk menelan habis lawan-lawannya. Itulah yang akan kita hadapi.

Inilah peringatan Yesus kepada kita: hendaknya kita berhati-hati terhadap sikap dan tindakan mereka, yang mengatasnamakan diri sebagai nabi-nabi, tetapi membawa malapetaka bagi umatNya. Profesi yang mereka tampilkan bukanlah sembarangan, mereka tampil sebagai nabi! Suatu profesi yang sungguh-sungguh mulia bagi bangsa Israel pada waktu itu. Mereka memang bukan nabi, mereka menyamar dan tampil sebagai nabi; 'mereka adalah serigala yang buas'.

Siapakah mereka itu? Kita tidak tahu pasti. Itulah persoalan yang disampaikan Yesus kepada kita. Namun, 'dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka', tegas Yesus. Penyataan Yesus ini menegaskan bahwa kita pasti akan berjumpa dengan serigala-serigala itu, karena memang kita tidak mengenal mereka sebelumnya. Mereka ada di antara kita, mereka bergaul dengan kita. Kita tidak mengenal mereka semenjak awal, karena memang mereka berbulu domba, tetapi dalam pergaulan itulah, kita diminta menggunakan kepekaan hati dalam menghadapi dan melayani mereka. Kebersandaran kita dengan sang Empunya kehidupan akan amat sangat membantu kita dalam mengenal mereka. Yohanes malahan dalam surat pertamanya mengajak kita untuk menantang dan menguji mereka. 'Saudara-saudariku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia' (1Yoh 4: 1). Hanya bersama Allah, kita mampu menghadapi mereka, dan kita menang!

 Yesus tidak meminta kita untuk selalu mencurigai dan was-was terhadap orang-orang yang ada di sekitar kita. Kita tetap diminta bersikap dan bertindak wajar. Kita harus berani bergaul dengan mereka. Inilah kenyataan hidup: ada hitam dan putih, ada gelap ada terang, inilah pernik-pernik kehidupan. Keberanian kita bergaul dengan mereka, malahan tak dapat disangkal, akan mampu menaburkan rahmat pertobatan yang dikehendaki Tuhan Allah sendiri. Kita diminta menaburkan, dan Tuhan Allah akan memberi kehidupan, sebagaimana kita renungkan pada hari Minggu kemarin.

Yesus mengingatkan bahwa memang kita tidak akan mendapatkan sesuatu yang indah dari mereka. Kita tidak  dapat  memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri. Karena memang setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik, tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik'.

Namun yakinlah, tegas Yesus kepada kita semua,  'setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api'.  Nabi-nabi palsu itu memang akan ada di antara kita, tetapi hidup mereka tidak akan berkepanjangan. Sebab memang Allah menghendaki segala-galanya berjalan dengan baik, dan Yesus sendiri memberi jamianan: 'setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah' (Yoh 15: 2).

 

 

 

Oratio :

 

Ya Tuhan yang mahakasih,  kuasailah kami dengan terang Roh KudusMu, agar kami semakin hari semakin bijak dalam pergaulan hidup ini tidak mudah terpaku dengan kata-kata manis banyak orang, tetapi kami sendiri  berani memilih yang terbaik bagi diri kami dan bagi orang-orang yang kami jumpai.

Yesus, ajarilah kami selalu bersandar dalam kasihMu agar kami mampu memilih yang terbaik dalam setiap langkah hidup kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening