Sabtu Masa Biasa IX, 9 Juni 2012

2Tim 4: 1-8 + Mzm 71Mrk 12: 38-44

 

 

 

 

Lectio

 

Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat."

Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

 

 

Meditatio:

'Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang'.

Para ahli Taurat pada waktu itu banyak yang melakukan kejahatan dan sungguh-sungguh bersikap munafik. Itulah komentar saya spontan! Karena dari penyataan Yesus tadi, para murid  diminta untuk berhati-hati terhadap mereka. Jikalau tidak berbuat jahat, para murid pasti diminta untuk meneladan mereka dan mengikuti apa yang mereka lakukan, sebab bukankah mereka itu ahli Kitab, dan mempunyai kedudukan sosial tinggi dalam pergaulan masyarakat.

Kita diminta 'hati-hati terhadap mereka, karena mereka suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan'. Mereka hanya mencari kehormatan diri, yang tentunya mereka tidak banyak memberikan teladan baik, mereka hanya mencari muka; sikap dan tindakan mereka tidak sesuai dengan yang mereka tampilkan di depan umum. Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan.

Kita diminta 'hati-hati terhadap mereka, karena mereka menelan rumah janda-janda dan mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang'. Mereka bukannya menolong orang-orang yang tersisih, malahan membinasakan sesama, dan sempat-sempatnya mencari keuntungan dari sesama, yang dilayaninya. Mereka membohongi dan menipu sesama, bukan dengan taktik sulap atau kecepatan tangan, bukan dengan surat-surat palsu, bukan dengan sms gelap, melainkan dengan rumusan doa yang panjang. Kegiatan rohani keagamaan dipakai untuk menipu sesama.

'Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat', tegas Yesus kepada para muridNya, kepada kita semua sekarang. Roh jahat itu memang amat-amat pandai; mereka mampu masuk ke segala cela-cela kehidupan. Roh jahat tidak saja mampu menguasai dunia profan, tetapi juga mampu memasuki bagian dunia yang selama ini kita anggap sakral. Roh jahat mampu memasuki orang-orang yang ahli dalam bidang kitab suci. Sudah menjadi rahasia umum, bila ada  imam melakukan kejahatan dan melanggar moral; mereka secara sengaja melanggar janji imamat dan kaul-kaul kebiaraan. Beberapa hari terakhir adanya berita tentang kasus penggelapan uang dan pembocoran dokumen Vatikan oleh orang-orang yang berada di sekitar bapa suci Benediktus XVI. Benarlah apa yang dikatakan Yesus sendiri: 'roh memang penurut, tetapi daging lemah' (Mat 26: 41). Ada memang ahli-ahli Taurat yang suci dan benar, sebagaimana kita renungkan hari Kamis kemarin (Mrk 13: 28-34).

Kepada mereka, para imam, Paulus menasehatkan: 'kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!', sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama tadi. Mereka diminta setia pada tugas pokok perutusan dan hendaknya menjadi kompas hidup, dan bukannya tugas-tugas tambahan yang diterima seorang imam. Seorang imam dalam tahbisannya berjanji setia untuk melayani sabda dan sakramen kepada umat yang dipercayakan kepadanya.

Lambungkanlah doa buat para imam kita.

Penyataan Yesus hari ini hanyalah mengajak agar kita tidak mengamini tindakan jahat, walau terbungkus dalam peristiwa yang manis dan indah. Sebaliknya kita diajak juga untuk mampu dan berani melihat sikap dan tindakan yang manis dan luhur dari peristiwa yang seringkali berada di luar prakiraan akal budi kita. Yesus menyodorkan pesan itu, ketika Dia melihat seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Janda miskin itu tidak mempunyai kewajiban untuk memasukkan dana ke peti persembahan, karena keberadaan dan kemiskinan yang menyelimuti dirinya. Namun dia mampu memberi yang terindah dan luhur dengan 'memasukkan uang ke dalam peti persembahan, bukan dari kelimpahannya, karena memang tidak ada padanya, tetapi dia memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya'. Karya kasih Allah memang tidak bisa kita batasi sebatas pada tempat-tempat peribadatan atau komunitas-komunitas dan pribadi-pribadi tertentu, tempat dan waktu tertentu. Seluruh alam semesta dan isinya dan sepanjang waktu adalah tempat dan waktu bagi Allah menyatakan kebaikanNya.

Paulus dalam perjalanan hidupnya hanya mewartakan Kristus, dan tidak ada yang lain. Celakalah aku, jika tidak mewartakan Kristus (1Kor 9: 16); dia  bekerja keras walau tanpa upah, malahan dengan tegas mengatakan: 'upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah' (1Kor 9: 18). Paulus sungguh bekerja dan bukannya mencari kehormatan sebagaimana dilakukan para ahli Taurat. Kiranya teladan Paulus ini menjadi patrun hidup kita ketika ambil bagian dalam karya-karya pelayanan, supaya pada akhirnya pun kita juga berani berkata seperti Paulus, sebagaimana bacaan pertama tadi: 'aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya'.

 

 

Oratio :

 

Yesus, Engkau mengajak kami untuk bersikap rendah hati dan tidak mudah mencari muka, walau kami telah dapat bekerja baik. Sebab memang orang-orang rendah hatilah yang berkenan kepadaMu.

Semoga kami pun semakin berani membuka diri akan segala bentuk kehadiranMu yang menyelamatkan, sebab dunia tempat kami meminjakkan kaki ini adalah tempat kehadiranMu sendiri. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Dia memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening