Sabtu Pekan Biasa XII, 30 Juni 2012

Rat 2: 10-19  +  Mzm 74  +  Mat 8: 5-17

 

 

 

 

Lectio

 

Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita." Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."

Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi." Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."

 

 

Meditatio:

'Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh'.

Tanggapan spontan seorang perwira atas jawaban Yesus: 'Aku akan datang menyembuhkannya'. Sebab memang perwira itu, seseorang yang mempunyai kuasa untuk menggerakan para prajurit itu datang sendiri dan mendapatkan Yesus dan memohon: 'Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita'. Dia datang dan memohon; seorang perwira menyebut seorang rakyat biasa sebagai Tuannya. Dia tidak memerintah seorang Guru, yang memang dalam kenyataan sosial angkatan bersenjta itu merasa lebih berkuasa terhadap anggota masyarakat lainnya. Sang Perwira itu pun meminta kesembuhan bukan bagi orangtua atau atasannya, atau anggota keluarganya, melainkan untuk seorang hambanya. Perhatian kali perwira ini terhadap hambanya, dan bukan sebaliknya.

Dia meminta Yesus untuk menyembuhkan hambanya, tetapi dia sekaligus melarang Yesus datang ke rumahnya. Katakan saja, sebab 'aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh', tegas perwira itu. Seorang perwira tinggi merasa tidak layak menerima seorang rakyat biasa! Memang aku seorang, tetapi sebenarnya 'aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya'. Jujur dan polos kali orang ini. Dia tahu di mana dia berada. Perwira Romawi ini pandai dalam menempatkan dirinya.

'Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya'. Inilah karunia yang diterima oleh sang perwira karena kepercayaannya itu. Kepercayaan perwira itu sekaligus menantang orang-orang jaman itu, dan tentunya kita semua, untuk semakin tinggal dalam percaya dan keberserahan diri kepada Kristus. Iman kepercayaan adalah sikap hidup seseorang dalam nenanggapi hidup ini dengan bersandar pada kasih dan perlindungan Tuhan. Iman kepercayaan bukanlah sebuah kebanggaan, melainkan sebuah sikap hidup untuk hidup lebih baik dan lebih nyaman dalam Tuhan. 'Aku berkata kepadamu', keluh Yesus terhadap orang yang hanya bangga akan imannya, tetapi tidak menjadikannya sebagai sikap hidup,  'sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi'.

Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Kehadiran Yesus dimanfaatkan banyak orang untuk mendapatkan berkatNya. Mereka berani datang kepada Yesus, karena memang mereka mengenal benar siapakah Orang Nazaret itu. Mereka tahu bahwa 'Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita'.

 

 

 

Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus, tambahkanlah iman kami, agar kami semakin merasakan kehadiranMu, agar kami sering merasakan hal-hal yang indah dan luhur, yang membuat kami semakin berani bersyukur kepadaMu

 

 

 

Contemplatio :

'Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening