Selasa Pekan Biasa XI, 19 Juni 2012

1Raj 21: 17-29  +  Mzm 51  +  Mat 5: 43-48

 

 

 

 

Lectio

 

Kembali Yesus menegaskan: "Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

 

Meditatio:

'Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu'.

Perintah ini sama dengan perintah yang kita renungkan kemarin. Mengasihi sesama manusia dan membenci musuh  adalah hukum yang adil dan berimbang. Bagaimana mungkin mengasihi orang yang memang benar-benar telah berbuat jahat kepada kita? Janganlah bergurau ya Tuhan Yesus.

'Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?' , tegas Yesus. Yesus tidak menghendaki para murid-muridNya bersikap dan bertindak seperti para pemungut cukai dan orang-orang yang tidak mengenal Allah? Apa gunanya mereka mengikuti diriNya dan mengenal Allah Bapa, bila memang mereka tidak mempunyai kehebatan dari pada orang-orang yang tidak mengenal Allah?

'Aku berkata kepadamu: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu; karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar'.  Inilah permintaan Yesus kepada para muridNya, kepada kita semua. 'Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna'. Inilah intensi terdalam dari semua permintaan Yesus kepada kita, agar kita menjadi sempurna seperti Bapa di surga. Kita menjadi sempurna, bila kita bersikap seperti Dia.

Bersikap dan bertindak seperti Bapa yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar  dalam bahasa Yohanes, tidak lain dan tidak bukan, berarti kita tinggal di dalam Bapa dan Bapa ada dalam diri kita (lih. Yoh 17). Sebab bagaimana mungkin kita tinggal di dalam Dia, bila kita bersikap dan bertindak seperti dan sebatas orang-orang yang tidak mengenal Allah? Yesus meminta agar kita bertindak sebagaimana Bapa lakukan kepada kita

Apa yang telah kita buat selama ini?

Berani kita melakukan segala yang dikehendaki Tuhan kepada kita dengan mengasihi orang-orang yang memusuhi kita dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kita ?

Keberanian kita bertindak semena-mena, sebagaimana dilakukan pasutri Ahab dan Izebel, seperti yang kita renungkan mulai kemarin, akan mendatangkan malapetaka yang fatal, kita lihat  dalam bacaan pertama tadi.

Mari kita memilih yang terindah dalam hidup ini.

 

 

 

Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus, Engkau mengajarkan kami hukum cinta kasih. Siapa sajakah yang harus kami kasihi, siapa pula yang harus kami doakan. Kuasailah kami dengan Roh KudusMu, ya Yesus, agar kami mampu meneladan Bapa di surga yang bermurah hati kepada semua orang tanpa terkecuali.  Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Bapa yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening