Selasa Pekan Biasa XII, 26 Juni 2012

2Raj 19: 9-21  +  Mzm 48  +  Mat 7: 6.12-14

 

 

 

 

Lectio

 

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya'.

 

 

Meditatio:

'Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu'.

Penyataan Yesus kali ini, yang diungkapkan dalam perumpamaan, mengingatkan kita agar kita tidak begitu mudah mengumbar kata-kata bijak, sharing pengalaman diri ataupun wejangan-wejangan, terlebih berkaitan dengan hal-hal rohani, kepada setiap orang. Ketidakpekaan kita akan hal ini akan berbalik kepada diri kita sendiri. Segala yang kita bicarakan akan menjadi bahan gurauan dan bahan pembicaraan orang lain; karena memang tidak setiap orang mempunyai rasa yang sama, kita berbeda satu dengan lainnya. Apa yang indah dan baik memang perlu kita bagikan kepada orang lain, tetapi kiranya kita harus tepat sasaran dengan siapa kita menyampaikannya. Privacy seseorang haruslah kita jaga dan hormati, maksud baik kita tidaklah selalu tepat benar dengan kemauan orang lain, kiranya bijak-bijaklah kita dalam berbagi pengalaman dengan sesama.

Kalau kita sudah terbiasa berbuat baik, mari kita lanjutkan. Sebab memang itulah yang dikehendaki Yesus Kristus sendiri, yang tentunya 'terang kita akan bercahaya di depan banyak  orang, dan mereka memuliakan Bapa yang di sorga' (Mat 5: 16). Walau tanpa mengharapkan dan meminta balas budi, hendaknya kita pun yakin, sebagaimana dikatakan Yesus sendiri: 'segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi'. Kebaikan kita hendaknya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang untuk terdorong untuk melakukan hal-hal yang baik dan indah.

Sikap dan tindakan yang tidak boleh menuntut balas kiranya perlu kita  tumbuhkembangkan; tepatlah apa yang dikatakan kepada kita oleh Yesus sendiri beberapa hari yang lalu: 'apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?' (Mat 5: 46-47). Yesus merasa perlu mengingatkan para murid, kita semua, untuk selalu terbiasa berbuat baik, karena sepertinya tidak semua tertarik untuk melakukannya. Kembali Yesus mengingatkan: 'masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya'.

Kebaikan bagi sesama mengundang berkat dari Tuhan. Tinggal bagi kita sendiri, berani melakukan atau tidak? Siapa takut? Hendaknya jawaban kita bersama.

 

 

 

 

Oratio :

 

Ya Tuhan yang mahakasih,  kuasailah kami dengan terang Roh KudusMu, agar kami semakin hari semakin bijak dalam bertindak, dalam memilih yang terbaik bagi diri kami dan bagi orang-orang yang kami jumpai. Demikian juga, kami semakin berani berjuang dalam hidup ini. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening