Senin Masa Biasa IX, 4 Juni 2012

2Pet 1: 1-7 + Mzm 91Mrk 12: 1-12

 

 

 

 

Lectio

 

Suatu hari Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan: "adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka. Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa. Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan. Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh.

Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain. 

Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita."

Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia.

 

Meditatio:

Yesus menceritakan sejarah penyelamatan Tuhan, yang memang sudah dikerjakan semenjak dunia dijadikan. Berulang kali Allah  mengutus para nabiNya ke tengah-tengah umatNya, tetapi tidak mendapatkan perhatian. Ada yang mereka bunuh dan ada yang mereka binasakan, yang diungkapkan dalam perumpamaan di atas.

Allah tidak pernah putus asa dan merasa dirugikan. Karena itu, Dia mengirimkan sang Putera. 'AnakKu akan mereka segani'. Apakah penyataan ini hanya sekedar cerita, atau menyatakan kebenaran tentang ketidaktahuan dan bahkan ketidakmengertian Allah akan kejahatan manusia ciptaanNya? Hanya sekedar pelurus cerita saja tampaknya,  karena memang sudah menjadi kesadaran Yesus bahwasannya 'Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit' (Mrk 9: 31). Tuhan Bapa di surga dan Yesus Kristus, yang diutusNya, tahu benar apa yang akan terjadi, bahwasannya malam gelap akan harus dialami untuk mendapatkan keselamatan. Bukankah janjiNya itu seperti pelangi sesudah hujan?

Yesus tidak hanya mengajarkan semuanya itu, tetapi juga melaksanakannya. Inilah memang yang harus dilewati.  'Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya' (Yoh 15: 13). Semuanya memang tidak bertentangan dengan kehendak Allah; 'semuanya itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita', karena memang seringkali kita ini tidak mengerti akan kemurahan hatiNya.

Tuhan Allah dalam karya penyelamatan umat manusia amat memahami keberadaan dan kemampuan umat yang dikasihiNya. Allah tetap tidak memaksakan kehendakNya, malahan dengan setia Dia menjaga dan menjaga kita umatNya. 'Jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya' (2Tim 2: 12-13).

Apakah kita akan mengulang kekerasan hati orang-orang Perjanjian Lama yang benar-benar tidak mau mengerti dan tidak mau berterima kasih akan karya Allah? Saya kira tidak! Karena memang rahmat kasihNya selama ini sungguh melimpah dalam diri kita. Itulah yang direnungkan rasul Petrus dalam bacaan pertama tadi; dengan tegas dia menyatakan: 'karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib'. Oleh kasih karuniaNya itu, hendaknya tidak membuat kita berdiam diri dan berpangkutangan, malahan kita juga harus berani berusaha dan berusaha untuk menanggapi segala kasih karuniaNya itu. 'Hendaknya kamu dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang'.

Rejeki dari Allah itu memang tak jarang harus kita ambil sendiri, pemberianNya tidak dilemparkan dari surga suci, kita harus mengambilnya agar tidak jatuh dan pecah.

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus, Engkau menyatakan sejarah keselamatan yang dialami oleh setiap orang. Kami seringkali mengalami pasang surut dalam mencintai Engkau. Kuasailah kami dengan Roh KudusMu ya Yesus, agar kami menjadi pelaku-pelaku sejarah keselamatan yang setia, sehingga anugerah kasihMu itu kami nikmati dalam hidup sehari-hari. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Semuanya ini terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening